Sahabatku Filemon

Ezra Jo
Chapter #3

Bab 2 - Bangku Sebelah Jendela

BAB 2

Bangku Sebelah Jendela


Sejak hari pertama kami berjabat tangan, bangku di sebelah jendela menjadi tempat yang selalu kami rebutkan. Bukan karena letaknya paling nyaman, tetapi karena dari sanalah kami bisa melihat lapangan sekolah, pohon mangga yang rindang, dan langit biru yang seolah mengundang kami untuk segera bermain.

Setiap pagi, Filemon selalu datang lebih awal.

Ia meletakkan tasnya di bangku sebelahku.

"Bangku ini sudah dipesan," katanya sambil tersenyum ketika ada teman lain yang ingin duduk.

Aku hanya tertawa.

"Memangnya bisa pesan bangku?"

"Bisa. Buat sahabat." Jawab Filemon

Sejak saat itu, kami selalu duduk berdampingan.

Di kelas, kami memang berbeda.

Filemon rajin menulis dan selalu memperhatikan pelajaran. Tulisan tangannya rapi, sedangkan bukuku penuh coretan gambar pesawat, layang-layang, dan mobil balap.

Kalau guru bertanya, Filemon sering mengangkat tangan.

Kalau guru lengah, aku sering mengajaknya mengobrol.

Dan dia akan berkata, "Petra..."

"Apa?" Jawabku.

"Dengerin Bu Guru dulu." Bisik Filemon.

Aku tersenyum "ah nanti juga ngerti."

Filemon hanya menggeleng sambil tersenyum.

Meski begitu, ia tak pernah merasa malu berteman denganku.

Saat aku dimarahi guru, ia tetap menunggu di luar kelas.

Saat aku dihukum berdiri di depan, ia diam-diam mengacungkan jempol sambil tersenyum, seolah berkata, 'Semangat, kita lewati sama-sama.'

Sepulang sekolah, kami tidak pernah langsung pulang.

Kami lebih sering mampir ke pohon mangga besar di dekat lapangan.

Di bawah pohon itu kami bercerita tentang apa saja.

Lihat selengkapnya