Sajak Kelam Para Terbuang

Temu Sunyi
Chapter #20

Kami Tak Minta Dibela


Kami tak sedang mencari pembenaran. Kami tak minta dibela.

Kami tahu, kami bukan pahlawan. Kami hanya anak-anak yang dibuang dunia, lalu tumbuh menjadi duri.

Tapi kami masih punya hati, walau tinggal serpihan. Dan serpihan itu, lebih tajam dari peluru.

Mereka bilang kami penjahat.

Kami terima. Tapi setidaknya, kami berdiri untuk sesuatu yang benar.

Untuk seorang Ibuk yang dihina saat ingin menepati janji.

Untuk seorang gadis yang suaranya dibungkam oleh seragam.

Untuk seorang bayi yang mati di pangkuan dunia yang sibuk tidur.

Kami tak ingin dikenang.

Tapi jika dunia bertanya kenapa kami membakar, memukul, merampas—maka biar kami jawab:

karena dunia terlalu sibuk merias wajahnya, sampai lupa mengobati lukanya.

Dan kami adalah luka itu, yang akhirnya memilih berdarah di depan mata semua orang, agar mereka tahu, bahwa kami ada.

Dan pernah mencoba bersuara, sebelum semuanya dibakar oleh keheningan yang terlalu mahal untuk orang seperti kami.


Epilog

Lihat selengkapnya