Sakanpari: Tempat Kita Pernah Ada

Indra Afriza Arsad
Chapter #1

Hari Biasa, Salah Paham Luar Biasa

 Di dalam bangunan bercat putih yang berdiri sendiri itu, waktu seolah bergerak lebih lambat. Kantor dua lantai yang luas itu dikelilingi halaman kecil berumput, seperti sebuah pulau kecil di tengah kota yang selalu terburu-buru. Di lantai atas, ruang operasional tertata dalam deret rapi. Di sana, dalam sebuah kubikel paling besar khusus Manajer, Titi Sugiarti duduk, setengah membenam dalam tumpukan laporan. Tangan kirinya menggenggam seberkas kertas yang terasa berat bukan karena jumlahnya, tapi karena isinya yang kosong. Tangan kanannya memutar-mutar pulpen, seperti musisi bosan mencari nada yang hilang.

Di seberang meja, Ardan berdiri kaku, mirip siswa SMA yang baru saja ketahuan nyontek saat ujian kelulusan.

Titi menghela napas kecil lalu berkata, "Ardan, laporanmu ini... kayak kasur baru yang belum dipakai semalam. Kosong. Dingin. Bikin aku pengen rebahan bareng."

Nada suaranya santai, matanya berkilat iseng tanpa ia sadari. Ardan—yang tadinya fokus cari-cari alasan—seketika merasa seluruh isi kepalanya berubah jadi kabut tebal. Rebahan. Bareng. Itu... undangan?

Ia menelan ludah, mendadak kaku seperti patung. "Maaf, Ti... eh, maksud saya... Bu Titi," katanya gugup.

Lihat selengkapnya