Sakanpari: Tempat Kita Pernah Ada

Indra Afriza Arsad
Chapter #5

Undangan Tak Resmi dari Sakanpari

 Beberapa hari setelah insiden kopi, kantor berjalan seperti biasa — atau setidaknya, pura-pura biasa. Titi tetap perfeksionis seperti biasa, membahas laporan sambil sesekali melempar candaan aneh yang membuat Ardan terpaksa belajar jadi dinding: diam, kokoh, dan pura-pura nggak goyah. Tapi tetap saja, ada sesuatu yang bergeser.

Seperti ada benang tak kasat mata yang kini menghubungkan mereka, ditarik-tarik halus oleh tangan nakal yang bahkan mereka sendiri tak mau akui.

Suatu sore, ketika hampir semua orang sudah pulang, Titi muncul di kubikel Ardan. Membawa dua kaleng soda dan selembar flyer lusuh.

"Nih," katanya, melempar salah satu kaleng ke Ardan.

Ardan menangkapnya reflek, walau hampir menjatuhkan laptopnya.

"Kenapa, Bu?"

Titi menyodorkan flyer lusuh itu. Ada Event kecil di Jalan Sakanpari. Musik akustik, pembacaan puisi, jualan buku bekas, dan kopi gratis kalau beruntung.

"Ikut, yuk," ajak Titi, santai.

Lihat selengkapnya