Sakanpari: Tempat Kita Pernah Ada

Indra Afriza Arsad
Chapter #8

Pikiran yang Menolak Tenang

 Titi menatap langit-langit kamarnya. Jam sudah lewat tengah malam, tapi matanya masih terbuka, awas. Di sudut meja, ponselnya berkedip pelan — notifikasi chat dari grup kantor, yang saat ini terasa seperti suara serangga di musim hujan: berisik, tapi gampang diabaikan. Yang tidak bisa dia abaikan adalah satu nama yang terus muncul di pikirannya.

Ardan.

Sialan.

Kenapa malah Ardan?

Titi berguling di kasur, menarik selimut sampai ke atas kepala, seolah bisa mengurung pikirannya sendiri. Tapi itu percuma. Setiap kali dia memejamkan mata, yang muncul malah potongan-potongan kecil: Tawa canggung Ardan waktu kopi tumpah. Tatapan bingungnya saat dia bercanda soal dansa. Genggaman tangan mereka — singkat, kikuk, tapi... hangat.

Titi menghela napas panjang.

Lihat selengkapnya