Sakanpari: Tempat Kita Pernah Ada

Indra Afriza Arsad
Chapter #11

Percakapan Terakhir

 Hari itu, langit cerah tapi berangin. Titi sedang duduk di bangku kayu di sudut kecil halaman belakang kantor — tempat biasanya karyawan nongkrong saat jam makan siang. Ardan datang tanpa sengaja — atau mungkin, tanpa sengaja yang disengaja. Dia membawa dua gelas kopi plastik dari warung dekat kantor. Satu diberikan ke Titi, tanpa banyak kata.

Titi menerimanya dengan senyum tipis.

Untuk beberapa saat, mereka hanya duduk bersebelahan, diam. Seperti dua burung yang kebetulan berteduh di cabang yang sama, menunggu hujan yang sudah lama lewat. Lalu, entah siapa yang mulai — mungkin Titi, mungkin Ardan — percakapan absurd itu mengalir.

"Eh," kata Titi, pura-pura serius, "kalau Bumi ini sebenarnya cuma tempat transit alien, kamu mau jadi alien jenis apa?"

Ardan terkekeh pelan, lalu mengangguk, pura-pura mikir dalam.

"Aku mau jadi alien yang kerjaannya cuma tidur dan baca buku," katanya. "Dikasih makanan otomatis, gak perlu ikut perang bintang segala."

Titi tertawa.

"Pemalas intergalaksi, ya?" godanya.

"Lebih ke... filsuf luar angkasa," balas Ardan, mengangkat bahu dengan gaya sok bijak.

Titi mengangguk-angguk dramatis, bibirnya bergetar menahan tawa.

Lihat selengkapnya