Saksi Bisu Di Balik Senyuman Yang Menyembunyikan Luka

Oleh: Febiola Aurelia Friska Nahak

Blurb

Fensia lahir dengan nama yang berarti 'pembawa kedamaian'. Namun, hidupnya justru jauh dari kata damai. Berawal dari tawa di tanah merah Blitar, kebahagiaannya mencapai masa kedaluwarsa saat pesawat membawanya ke Atambua. Di sana, ia bukan hanya kehilangan rumah, tapi juga kehilangan sosok ibu yang pergi tanpa kabar.Tumbuh di bawah bayang-bayang makian 'anak beban' dan dinginnya tembok Asrama Santa Theresia, Fensia belajar satu hal: cara berpura-pura. Di depan orang lain ia adalah juara kelas yang ceria, namun di sudut sunyi kamar mandi asrama, ia menelan isak tangisnya sendiri dalam gemericik air.Ini adalah kisah tentang seorang gadis yang mencoba merajut kembali hatinya yang hancur berkeping-keping. Tentang janji di sebuah kapel sunyi, dan tentang sebuah senyuman yang menjadi saksi bisu bahwa meski manusia mengecewakan, harapan akan selalu menemukan jalannya."

Lihat selengkapnya