Salah Sambung Arwah

slya
Chapter #6

5. Tegangan Tinggi dari Barzakh

"Mulai sekarang, Sih," bisikku ke mik kecil di kerah jubah.

Karsih menekan tombol play. Seketika, frekuensi rendah—suara drone yang dirancang untuk menggetarkan ulu hati—mulai merambat dari speaker tersembunyi. Bento yang duduk di kegelapan tampak sedikit gelisah. Ia membetulkan posisi duduknya, sementara tangannya tetap diam di dekat pinggang, tempat pistolnya berada.

"Don Carlo... Don Carlo... bicaralah pada manusia yang hina ini..." suaraku mulai meninggi, bergetar seperti orang yang sedang berjuang menahan beban tak kasat mata.

Di luar, alam seolah ikut dalam sandiwaraku. Badai besar menghantam Jakarta sore itu dengan amarah yang tidak masuk akal. Angin menderu, memukul-mukul pintu ruko yang ringkih sampai terdengar seperti suara gedoran tangan manusia. Lilin-lilin di altarku menari liar, menciptakan bayangan raksasa di dinding yang lembap.

"Aku melihatmu... di kegelapan... bos besar..." kataku, mulai kejang-kejang kecil sesuai latihan di depan cermin tadi pagi.

CETAARRR!

Kilat menyambar sangat dekat. Cahaya putih kebiruan membanjiri ruko selama satu detik, memperlihatkan wajah Bento yang pucat. Aku terus meracau, merasa aktingku hari ini adalah mahakarya. Aku sudah siap untuk "tahap berikutnya": Karsih seharusnya menyalakan suara langkah kaki Don Carlo di speaker pojok kanan.

Tapi bukan suara langkah kaki yang kudengar.

BUUMMM!

Langit seolah terbelah tepat di atas kepala kami. Antena besi tua di atap ruko—yang sudah lama berkarat dan berdiri terlalu tegak—menangkap muatan listrik raksasa dari langit. Ribuan volt listrik mengalir secepat cahaya melalui kabel-kabel yang baru saja dipasang Karsih.

"MAS! CABUT KABEL—"

Teriakan Karsih di earpiece terputus oleh suara ledakan.

DAR!

Laptop Karsih di balik tirai meledak, memuntahkan bunga api dan asap hitam pekat. Arus pendek itu merambat ke seluruh penjuru ruko. Speaker-speaker tersembunyi meletus satu per satu seperti petasan. Lampu bohlam di langit-langit pecah, menghujani kami dengan serpihan kaca panas.

Lihat selengkapnya