Setelah aplikasi itu terinstal sempurna, Arga menatap ikon kecil di layar ponselnya dengan perasaan campur aduk. Ia mulai mencoba mengisi formulir data diri. Benar saja, tidak seperti aplikasi pertama yang membuatnya mentok karena urusan pajak, aplikasi ini seolah membukakan pintu lebar-lebar. Tidak ada kolom NPWP. Bahkan, di bagian atas layar, tertulis janji manis dengan huruf kapital yang mencolok: LIMIT HINGGA 50 JUTA RUPIAH DENGAN BUNGA RINGAN.
Angka 50 juta itu menari-nari di imajinasi Arga. Dengan uang sebanyak itu, ia bukan hanya bisa memikat Herni kembali, ia bahkan bisa mengubah rumah bambunya menjadi istana beton dalam sekejap. Namun, setitik sisa logika di kepalanya masih berdenyut, memberikan rasa ragu yang membuat jempolnya menggantung di atas tombol "Lanjut".
Ia butuh validasi. Ia butuh seseorang yang bisa meyakinkannya bahwa ini aman. Pikirannya jatuh pada Ardi, teman tongkrongannya yang belakangan ini terlihat selalu berpakaian necis dan sering memamerkan ponsel keluaran terbaru, meski Arga tahu gaji Ardi di pabrik tidaklah seberapa.
“Bro, lagi sibuk nggak?” tulis Arga melalui pesan WhatsApp.
Tak butuh waktu lama, ponselnya bergetar. “Gak bro. Kenapa?” balas Ardi singkat.