16 Oktober 2023
Hari ini aku seneng bgt
Kaya badanku tuh ringan gitu loh
Tumben-tumbenan pikiranku ga ramai
Pokoknya kerja pun ga berasa gitu sampai mau pulang ini
30 menit lagi biar pulang
aku mau adopsi kucing ah
Akan kuurus nanti baik2
Btw aku mau adopsi lewat Instagram tempat penampungan kucing liar gitu
***
Saloma bangun pagi.
Sungguh bangun pagi tanpa menunda-nunda alarm handphone. Tanpa scroll media sosial atau menonton drama korea dulu. Bangun dengan hati riang, nafas ringan, dan banyak rencana yang ingin diselesaikan. Tak pernah sebelumnya bangun pagi seriang itu.
Sebelum bangkit, ia berdoa terlebih dahulu. Mengucapkan syukur pada Tuhan atas penyertaan dan kesempatan hidup yang Dia beri.
Hati riang ternyata berpengaruh sampai pada hal-hal kecil. Misalnya, Saloma melipat selimut dan merapikan kasurnya.
Ya, betul sekali, melipat selimut dan merapikan kasur.
Biasanya tergeletak begitu saja lalu buru-buru mandi dan bersiap berangkat kerja.
…
Pukul 04.00.
Begitu selesai merapikan tempat tidur, karena masih banyak waktu luang ia menyapu dan mengepel lantai sampai balkon. Menyuci piring sambil bersiul-siul ceria. Rak piring pun dilap hingga ke sela-sela.
Pakaian-pakaian yang berantakan di dalam lemari dikeluarkan semua dan menyusun kembali sampai rapi. Tidak lupa juga menyiapkan pakaian, sepatu, dan tas kerja ke atas kasur. Rak sepatu, buku, peralatan make up, lemari makanan sampai kulkas pun rapi dalam waktu cepat. Seperti tidak akan habis energinya. Seperti telah terbiasa melakukannya sehari-hari.
Sebelum mandi, Saloma menatap langit gelap dari jendela dengan segelas teh manis hangat di tangan. “Begini ya rasanya hidup normal tanpa suara-suara di kepala,” ucapnya dalam hati. Tersenyum lega menghirup udara segar yang masuk dari pintu dan jendela yang terbuka lebar.
…
Pukul 05.00, Saloma pun mandi.
Sama seperti membersihkan kontrakan, seluruh tubuhnya pun ia bersihkan tanpa terlewat. Sela-sela belakang kuping, sela-sela jari kaki dan tangan, sampai alis dan bulu mata tak luput semua.
Biasanya ia mandi terburu-buru seperti dikejar-kejar sesuatu. Namun, kali ini sungguh menikmati setiap guyuran air dan sabun di kulitnya. Beberapa kali menarik nafas dalam-dalam, meresapi tenang yang jarang dirasakannya.
Mandi berubah jadi moment kenikmatan tiada tara.
…
05.48.
Oleh sebab hati riang, Saloma memutuskan berangkat kerja dengan motornya. Ia jarang sekali berangkat kerja memakai motor. Suara-suara di kepalanya kadang sebegitu riuhnya hingga menganggu konsentrasi. Kadang sampai membuatnya tidak bisa membedakan mana suara di dunia nyata dan mana suara dari isi kepala di jalanan ramai. Semua bercampur aduk, menyerap energi, hingga harus berhenti ke pinggir jalan beberapa kali untuk mengumpulkan lagi konsentrasi.
Tapi kali ini, dengan hati riang dan lega, ia yakin percaya perjalanan ke kantor akan lancar-lancar saja.