Malam selalu menjadi tempat paling jujur bagi hati yang lelah.
Di saat dunia memilih terlelap, ada doa-doa yang justru baru berani menemukan suaranya.
Perempuan itu masih duduk di atas sajadah. Kedua lututnya terlipat rapi, sementara jemarinya saling menggenggam. Angin malam menyelinap melalui celah jendela yang sedikit terbuka, membawa udara dingin yang terasa begitu akrab.
Tak ada suara selain detak jam dinding dan lirih napas yang sesekali terdengar.
Salat tahajudnya telah usai.
Namun ia belum juga beranjak.
Ada sesuatu yang masih ingin ia titipkan kepada langit.
Matanya terpejam perlahan.
Entah sejak kapan, sepertiga malam menjadi tempat paling aman untuk menyimpan segala sesuatu yang tak pernah sanggup ia ceritakan kepada siapa pun.
Di siang hari, ia bisa terlihat baik-baik saja.
Bisa menjawab pertanyaan dengan senyum.
Bisa tertawa ketika seseorang melontarkan candaan.
Bisa menyelesaikan pekerjaan, pulang, makan, lalu menjalani hari seperti tidak ada sesuatu yang sedang ia simpan di dalam dada.
Tetapi malam selalu berbeda.
Ketika suara-suara mulai menghilang dan dunia berhenti menuntutnya untuk terlihat kuat, ada ruang kecil dalam dirinya yang akhirnya berani mengakui apa yang masih terasa.
Tentang harapan.
Tentang kehilangan.
Dan tentang seseorang...
Seseorang yang dulu selalu hadir dalam setiap doanya.
Bertahun-tahun ia pernah memohon dengan begitu sungguh-sungguh.
Menyebut satu nama yang sama, berulang kali.
Berharap Allah menuliskannya sebagai seseorang yang akan berjalan bersamanya hingga tua.
Ia pernah percaya, jika doanya cukup panjang, ikhtiarnya cukup tulus, mungkin takdir akan berpihak pada harapannya.
Namun ternyata ada hal-hal yang tidak bisa diperjuangkan hanya dengan seberapa kuat seseorang menginginkannya.
Ada keputusan yang bukan berada di tangannya.
Ada jalan yang pada akhirnya harus ia relakan, meski hatinya belum benar-benar siap.
Dan mungkin, untuk pertama kalinya, ia sedang belajar bahwa berserah bukan berarti berhenti berharap.
Berserah adalah ketika ia tetap percaya kepada Allah, bahkan saat jawaban yang diberikan-Nya berbeda dari apa yang selama ini ia minta.
Waktu mengajarkan sesuatu yang tidak pernah ia pelajari sebelumnya.
Tidak semua yang diperjuangkan akan menjadi milik kita.
Dan tidak semua doa dikabulkan dengan cara yang kita inginkan.