Sampai Jumpa Di Lain Era

cangkacangku
Chapter #1

Bunga Misterius

Gelap gulitanya malam itu menjadi malam penuh cerita bagi Rehan, seorang mahasiswa tampan berkulit kuning langsat dengan rambut perak dari Universitas Antawis. Malam itu setelah ia pulang dari kerjanya menjadi karyawan shift tiba-tiba datang geng mahasiswa yang berusaha melukainya.Mereka bertiga membawa sebuah tongkat bisbol dan terus mengintimidasi Rehan.

" Dasar bocah tengil, jauhi Dita, kemarin Fares sekarang kau lagi tambah satu hama memang benar- benar harus diberantas orang orang seperti kalian."

Pemuda berambut merah gondrong dan anak buahnya itu terus menodongkan tongkat bisbol di kepala Rehan.

"Haha benar bos"

Ketiga orang itu terus mencengkram erat kerah baju Rehan dan mengancamnya akan menghabisinya jika dia tidak menjauh dari Dita. Mendengar ucapan itu yang menyangkut Dita,Rehan tiba-tiba tak gentar untuk menghadapi ketiga brandalan itu.

" Huh kalian memang siapanya Dita? Jangan sok ngatur!" Tegasnya yang malah makin membuat sang ketua grup brandal itu makin marah.

Buakkk!

Tendangan di perut Rehan sudah bisa membuat Rehan terkapar di tanah. Di kejauhan seorang pemuda berkulit sawo matang berambut coklat dengan tinggi semampai yang juga teman sekelas Rehan yaitu Fares yang melihat Rehan dipukuli pun langsung bergegas untuk melerai pertengkaran mereka. Namun, saat tepat ketua grup brandalan ingin mendaratkan tongkat bisbol ke kepala Rehan, Fares langsung menjadi benteng untuk Rehan.

" Bocah gila!" Sial, kenapa bocah ini lagi!" Umpat ketua geng itu.

" Bos gawat bos jangan sampai bocah itu lapor ke bapaknya, bisa gawat coy!"

Tanpa ampun setelah darah merembes di kepala Fares, sang ketua geng mendaratkan serangan lagi ke Rehan tapi untung bisa ditangkis Fares. Rehan yang melihatnya segera berlari meminta pertolongan tapi naasnya dia ditendang lagi oleh salah satu anggota geng tersebut hingga terkapar tak sadarkan diri.

"Rehan!" Teriak Fares dari kejauhan melihat Rehan terkapar di tanah.

Jengkel merasa orang yang dia anggap sahabat itu di sakiti oleh mereka. Fares pun langsung menghajar satu per satu anggota geng tersebut tanpa ampun, hingga membuat mereka lari terbirit-birit.

Setelah berhasil mengusir mereka, Fares pun kehilangan kesadaran dan ambruk begitu saja. Rehan yang baru saja terbangun dari pingsannya langsung segera membawa Fares ke rumah sakit terdekat.

Di sebuah rumah sakit Dwi terlihat seorang mahasiswa Universitas Antawis berdiri termenung dengan benaknya yang mengungkit masa lalunya yang penuh kesalahan terhadap seorang pasien di depannya itu. Rehan bersama dengan ibunya menatap Fares yang sedang terbaring di rumah sakit karena aksi heroiknya menyelamatkan sahabatnya dari maut.

Hubungan pertemanan Fares dan Rehan sangatlah buruk, yang mana itu baru diketahui oleh ibunya Rehan. Rehan menceritakan segalanya pada ibunya bahwa selama ini dia membenci Fares, padahal yang tidak diketahui Rehan, bahwa Fares lah yang terus memberi dukungan kepada keluarga Rehan.

ibunya yang tak tahan mendengar penjelasan tak mengenakan dari putranya itu akhirnya menceritakan bahwa Fares adalah penyelamat bagi keluarga mereka, yang mana Fares selalu memberikan banyak bantuan berupa beberapa uang untuk digunakan ibu Rehan tanpa sepengetahuan Rehan. Hal itu dilakukan Fares karena Fares menganggap Rehan adalah sahabat baiknya.

Setelah mendengar penjelasan dari ibunya, Rehan mengerti sekarang bahwa Fares tak seburuk yang dia pikirkan. Padahal selama ini Rehan selalu membenci Fares dikarenakan Rehan menganggap bahwa Fares saingan cintanya mengetahui Dita, wanita yang ia sukai di kelasnya malah jatuh cinta mati matian oleh Fares.

Ketampanannya yang membuat banyak wanita di kelasnya terpana olehnya. Rehan merasa bingung, ibunya kini sangat kecewa kepada Rehan karena ibunya berpikir bahwa Rehan adalah anak baik yang tak mungkin memusuhi teman sekelasnya yang sudah baik kepadanya,bahkan rela melindungi Rehan sampai menjadi kritis seperti ini. Kecewa berat terhadap putranya, ibunya pun meninggalkan Rehan dan Fares di ruangan itu sendirian.

Rehan kini menatap kosong Fares dan mulai menggenggam selimut yang dikenakan Fares sembari bergumam kesal.

" sialan, kenapa sih kau ikut campur di keluargaku, tak lelah kah kau sudah mengambil orang yang kucintai, kau mau pura pura-pura sakit hah?"

Rehan mulai mengatur napas untuk menenangkan diri mencerna keadaan mengapa Fares memberikan bantuan dana kepada ibunya dan dia? Emang apa urusannya dengannya? Pantas saja ibu Rehan yang selalu terlilit hutang kini tidak terlihat berhutang lagi untuk biaya kuliahnya.

Ternyata selama ini Fares memberikan banyak dukungan kepada keluarga kecil Rehan yang kini hanya tinggal Rehan dan ibunya setelah kepergian Ayahnya. Ada banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan langsung kepada Fares tapi yah memang apa gunanya berbicara dengan orang yang sedang terbaring kritis di rumah sakit.

Rehan hanya menghela nafas kesal, belum lagi ia tahu bahwa satu satunya yang menjenguk Fares hanya ibuny dan dirinya, keluarga Fares terlalu sibuk dengan urusan kerja hngga Rehan heran sesibuk apa mereka sampai tidak meluangkan waktunya sedikit untuk menjenguk anaknya.

"Huh, semakin dipikir semakin menyebalkan, gak guna lah mikirin kayak gini."

Beberapa jam telah berlalu sementara itu Rehan tak beranjak dari tempat duduknya menemani teman sekelasnya itu. Merasa bosan, Rehan pun keluar dari ruangan itu dan tiba-tiba ada seorang menepuk pundaknya dari belakang, jelas itu membuat Rehan terkejut.

Pria itu tiba-tiba hanya menyodorkan sebuah secarik kertas dan menyelipkan sebuah bunga di kantong bajunya. Pria itu tiba-tiba menghilang secara misterius jelas itu membuat Rehan bergidik diam saja.

" Apa-apaan orang itu" daripada terjerembap dalam keheranan dia dengan cepat membuka isi secarik kertas itu dan alangkah terkejutnya ia mendapati aksara aneh yang ditulis.

" Apa-apaan ini , aksara kawi kah?."

Rehan pun buru-buru mengambil hp nya dan memfoto isi dari kertas terbit lalu meminta web untuk menerjemahkannya, Rehan hanya terkejut dengan apa yang ditulis orang ini.

" Niat banget Weh, jaman sekarang nge prank pake beginian, haha dasar gak jelas."

Rehan tak menggubris pesan dari secark kertas tersebut. Dia hanya kembali ke ruangan tempat Fares terbaring lemah. Bosan karena hanya menunggu di ruangan ini, Rehan pun mengeluarkan hp nya dan bermain game yang biasa ia mainkan dimana dalam game MMORPG.

Game tersebut memiliki misi tokoh utama menyelamatkan seorang putri dari sebuah kerajaan bernama kerajaan Nyuu mengadakan pernikahan dengan putra dari Raja kerajaan Woh namun Kerajaan Woh ingin Kerajaan Nyuu tunduk padanya hingga akhirnya menyerang kerajaan Nyuu dan menyandra putri mereka.

Lihat selengkapnya