SANDAL JEPIT dan KAOS OBLONG

Oleh: Umar alattas

Blurb

Pakde Plato bukan profesor filsafat. Ia hanya seorang buruh percetakan yang gemar bertanya. Bersama Kang Parmin, Bu Yayuk, Pak RW, dan warga kampung lainnya, ia menemukan bahwa pertanyaan terbesar tentang hidup justru lahir dari peristiwa-peristiwa yang tampak sepele: sandal yang hilang, secangkir kopi, kehilangan pekerjaan, rasa iri, dan mimpi yang nyaris padam.

Dengan humor yang hangat dan percakapan yang akrab, Sandal Jepit dan Kaos Oblong mengajak pembaca melihat bahwa kebijaksanaan tidak selalu lahir di ruang kuliah. Kadang ia tumbuh di warung kopi, di gang sempit, dan di antara orang-orang biasa yang menjalani hidup dengan tabah.

Lihat selengkapnya