
Untuk prosesi pemakaman, kita bisa atur sesuai dengan adat dan protokol Keluarga Kemaharajaan. Hari berkabung selama empat puluh hari dan akan ada peringatan hari ke 40 bersama rakyat di Taman Publik Astakarta. Acara itu juga disiarkan melalui berbagai kanal media Kemaharajaan.” Eyang Resi Astakara, Tetua Adat Kemaharajaan Astasura sekaligus anggota Saptaprabhu yang mewakili Astakarta Raya, memberikan penjelasan.
“Kita harus kesampingkan tradisi untuk situasi ini,” tolak Jendral Wirabumi, yang mewakili Sura Raya. “Situasi negeri ini sedang tidak kondusif. Bukan hanya Keluarga Kemaharajaan yang sedang berduka, tetapi juga rakyat.”
Kali ini, seorang wanita berusia pertengahan tiga puluhan berdehem. Tatapannya tertuju pada sang Tetua Adat. “Kalau dilihat dari kacamata pelestarian budaya, mungkin prosesi ini bisa jadi bentuk pelestarian. Dari segi promosi Astasura, ini juga akan berdampak menarik pengunjung. Tapi, dari segi etika, memang menyalahi, Eyang.” Wanita itu, Raden Ayu Sekarsari, seorang Kepala Badan Pariwisata dan Budaya Astasura dan perwakilan dari wilayah Segara Kidul, ikut menimpali.
Empat perwakilan Saptaprabhu lain masih terdiam. Dari tatapan mereka, sudah jelas terlihat bahwa ada pertentangan soal prosesi ini.
Di tempat duduknya, Gayatri hanya bisa menyimak. Ia belum boleh turut menimpali sebelum enam orang dengan posisi duduk saling berhadapan satu sama lain itu menemui kata sepakat. Bahkan, orang-orang sama sekali tidak menoleh ke arahnya, seolah kehadiran Gayatri tidak terasa di dalam ruangan tersebut.
“Saya pribadi memilih untuk memikirkan soal pemulihan wilayah selatan Astasura daripada kemegahan pemakaman.” Nyai Sari Wiluya, perwakilan dari Pasundan Barat, mengemukakan pendapatnya. Wanita yang kini memasuki usia kepala lima itu tahu pasti apa yang menjadi kebutuhan dalam negeri saat ini. Ia merupakan Menteri Keuangan Kemaharajaan.
Tatapan Eyang Resi terpaku pada dua orang yang belum bicara apa-apa. Wanita tua itu mengharapkan dukungan dari mereka. “Adipati Surya, bagaimana pendapat Anda soal ini? Bagaimanapun, salah satu anggota Keluarga Kemaharajaan adalah bibi Anda.”