Sang Pengamat

Ariaria
Chapter #3

Heartbeat

"Namaku adalah Rin Heartbeat"

Mengatakan demikian sambil menjulurkan tangan, gadis berambut perak yang berhasil kubebaskan dari bekapan tiga kriminal murahan pasar memperkenalkan dirinya.

Tempat sudah berpindah ke sebuah restoran mewah yang dahulu pernah kukunjungi saat 'masih menjadi bangsawan' bersama keluargaku.

Pelayan berpakaian cokelat-putih rapi tampak sibuk mengantarkan hidangan. Beberapa tamu kelas atas berbincang dengan nada penuh wibawa. Gelas-gelas diisi minuman kental. Tutup makanan perak yang dibuka melepaskan aroma lezat ke seluruh sudut restoran.

Aku menelan ludah.

"...Akira"

Akhirnya menjabat tangan halus gadis tersebut. 

Sementara kedua orangtuanya yang tadi menangis haru karena berhasil menemukan anak semata wayangnya tersenyum lebar. Mempersilahkanku makan duluan.

Akan tetapi, sisa-sisa sikap bangsawanku menolak, menunggu semua orang mendapatkan hidangan, baru mulai makan.

Meski tidak memilliki nama bangsawan lagi. Setidaknya aku tidak ingin dianggap anak kampungan oleh orang lain.

Aku masih memiliki harga diri sebagai seorang manusia terhormat.

"Oh...Akira, ya? Nama yang indah... Kau pasti dipersiapkan oleh keluargamu untuk menjadi ahli strategi kerajaan atau semacamnya, bukan?"

Terkagum dengan korelasi yang ditanam di dalam namaku, gadis bernama Rin memuji.

Aku menganggukan kepala sopan. Membersihkan noda makanan di sudut bibir dengan sapu tangan yang disediakan restoran.

"Mu--Mungkin begitu..."

Gadis bernama Rin memiringkan kepalanya bingung. Bergumam pelan.

"...'Mungkin begitu'...?"

Tetapi kedua orangtua yang sudah terlanjur bahagia tidak dapat menahan diri untuk menggaet kedua tanganku, mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya.

Lihat selengkapnya