Sang Peniru Part 2: Dua Jiwa Elemental

Ariaria
Chapter #5

Ingatan Di Teras Homuro-san

Ide itu sebenarnya sangat bodoh. Tetapi harus aku akui itulah satu-satunya cara supaya Yukki bermata zamrud dapat mengambil alih tubuhnya kembali. Ia kudapatkan dari percapakan absurd antara diriku dengan Yui Chiharu sekitar setahun yang lalu, ketika beristirahat di teras rumah Homuro-san, makan siang sambil menghadap halaman hijau yang ditanami beberapa tumbuhan herba.

"Hei, Amuro-kun, kau tahu? Kata kakak-kakak di desa, seorang gadis jika dipermalukan pikirannya akan kacau, lho~? Katanya, malu adalah musuh terbesar kaum hawa!",

Tiba-tiba Yui berceloteh sambil makan. Kecepatannya dalam mengunyah dan memanipulasi makan siang patut dipuji untuk seorang gadis putri kepala desa.

"Hee...Benarkah? Kalau begitu apa yang dapat membuatmu merasa malu, Yui-san? Supaya aku dapat mengalahkanmu di duel besok...",

"Tentu saja tidak ada, kan?! Hahahaha~!", belum selesai ucapanku, gadis berambut cokelat sepunggung sudah memotong sambil tersenyum lebar, tidak membiarkanku mengorek informasi mengenai kelemahannya supaya aku tak dapat menang.

Aku hanya menunduk pasrah.

"Benar juga, ya...Gadis seperti Yui-san pasti tidak memiliki rasa malu...Wajar saja",

Mendengar hal itu Yui langsung naik pitam.

"Jaga mulutmu!",

Kemudian kami saling terdiam untuk beberapa saat. Akan tetapi, meski samar, aku seolah mendengar Yui Chiharu bergumam pada dirinya sendiri. Berbisik-bisik. Wajahnya agak memerah dan hangat.

"...Tidak kok, Amuro-kun...Padahal...bertatapan dengan Amuro-kun saja aku bisa sampai salah tingkah...--",

"Yui-san, kau mengatakan sesuatu?",

Menyadari gumamannya ketahuan, Yui Chiharu seketika tertawa, memalingkan wajah cepat sekali.

"Ahahaha!! A--Amuro-kun, aku tidak mengatakan apapun, kok~! Mungkin itu hanya perasaanmu saja--Ahahahahaha!!",

Kenangan itu menghilang secepat kemunculannya, membawaku kembali ke kenyataan yang dipenuhi kobaran api dan bongkahan es.

Kini aku lega, Berkat dirinya, aku berhasil merancang serangan brilian yang mampu menghilangkan kesadaran Yukki jahat tanpa melukainya, melihat 'Yukki-san yang asli' kembali mendominasi, membuka bola matanya yang hijau, menatapku lurus, kemudian ikut membulat. Wajahnya panas sekali dan tubuhnya gemetar. 

Seketika aku merinding, menyadari kesalahan fatal yang baru saja kulakukan: Tidak segera menjauh dari tubuh Yukki-san yang kudekap erat-erat.

Dengan kekuatan penuhnya, Yukki Bermata Zamrud berseru, mengeluarkan sihir es-nya.

"Amuro-kun...APA YANG KAU LAKUKAN?!!!",

"Tidaaak..!!!",

Lihat selengkapnya