Sang Peniru Part 2: Dua Jiwa Elemental

Ariaria
Chapter #10

Pria Berjas Hitam (2)

Tidak ada suara. Bahkan saking cepatnya, aku sama sekali tidak merasa sakit. Tetapi, sekali berkedip kulihat dadaku ditembus sesuatu. Darah muncrat. Nafasku mendadak sesak. Batuk mengeluarkan cairan merah. Mata menjadi buram. 

Dalam satu gerakan, pria berambut pirang yang mengenakan jas hitam seperti si Penyihir Bertopeng Kucing muncul di hadapanku sambil menyarangkan tangan kanannya, menembus punggung, basah oleh darah. Membuatku terbelalak, tak dapat melakukan apa-apa. Jatuh berdebam di jalan. Sementara Yukki yang sudah tinggal jasad dibawa pergi oleh lelaki tersebut, mulai menjauh diantara derasnya hujan. Meninggalkanku begitu saja dengan darah yang semakin menggenang. 

Salah satu tanganku hendak bergerak merangkak, tetapi aku tahu kini kondisiku kritis. Luka besar yang tembus sampai belakang ini tentu bukanlah suatu hal yang dapat disembuhkan dengan sihir biasa. Ditambah kondisiku yang lemah dan kehabisan tenaga. Segala keajaiban telah berakhir. Kini aku akan mati.

Segera meninggalkan dunia ini...

...Menyusul Homuro-san, Yui-san...

...dan Yukki...

Sihir Pembatal: Pembatalan Paksa!

PRAANGG!!!

Kejadian itu berlangsung dramatis. Dunia seolah kaca yang sedang dihancurkan dari berbagai sisi, terjun melalui serpihan-serpihan kecil, lalu menghilang. Tanah seolah merekah. Jalanan menguap jadi angin. Dalam fenomena magis yang tak kupahami, darah yang menggenangi tubuhku lenyap. Lubang yang tadi menembus dadaku pun menghilang. Yang tersisa hanya nyeri hebat di rusuk, seolah serangan itu belum pernah benar-benar terjadi--namun tetap sangat menyakitkan. Badai hujan pun sampai ikut lenyap. Digantikan panorama malam biasa yang sebelumnya sempat kulihat.

Dalam kondisi membingungkan tersebut, seorang wanita muda mendarat di dekatku dengan wajah ramahnya yang dihiasi rambut pink pendek yang manis, tersenyum tipis.

"Jangan khawatir, bocah. Sekarang kau aman bersama kami",

Dia adalah Najimi Harui. Wakil kepala Serikat Petualang di ibukota. 

Wanita itu datang bersama rombongan berseragam hijau dan beberapa kesatria kerajaan berjubah putih dengan logo emas kerajaan di bahu. Bersenjata lengkap. Membawa tongkat sihir berbagai macam variasi warna dan ukuran. 

Tanpa aba-aba, puluhan lingkaran sihir bermekaran di udara. Kilat, api, es, angin, dan tombak cahaya melesat hampir bersamaan, menerangi jalanan gelap dengan ledakan warna yang memekakkan telinga.

Untuk sejenak, suasana begitu lenggang. Penuh kepulan debu. Rombongan pasukan yang dibawa Najimi Harui mengacungkan senjata ke segala arah, waspada penuh. 

Dibalik debu yang berterbangan, seperti yang diduga, 'lelaki itu' masih hidup membawa tubuh Yukki, sekonyong-konyong membelah diri menjadi sepuluh, mengepung rombongan yang baru datang, memaksa mereka membentuk formasi lingkaran dengan wakil kepala Serikat Petualang di tengahnya bersamaku.

Atmosfer pertarungan terasa semakin pekat. Semua orang siap melepas sihir sekali lagi.

Sambil menghela nafas bersamaan, sebelum seorang pun sempat memastikan mana tubuh yang asli, kesepuluh sosok itu bergerak serentak, mengeluh.

"Astaga...",

"...Tamu yang merepotkan sekali",

Menyerang kompak dengan kecepatan tinggi, membuat semua orang kaget, tidak mampu mengimbangi pergerakan yang terlalu gesit, memecahkan formasi barisan--

Sihir Pembatal: Pembatalan Paksa!

Tetapi, seolah seperti kejadian sebelumnya, sepuluh bayangan itu pecah berhamburan seperti kaca, jatuh di tanah lalu menghilang, membuat bingung orang-orang untuk sedetik, sementara pria pirang bermata dingin yang asli tampak mengambang satu meter diatas Najimi Harui, tersenyum mengerikan, siap menghabisi wanita itu sekali tendang di leher--

Sihir Kristal: Tembok Safir

BRAAAKK!!

Seolah menebak serangan pria tersebut, salah satu orang berseragam hijau yang datang mengacungkan tangannya, menciptakan atap pelindung berbahan permata safir yang sangat kokoh, mencegah kematian wanita itu yang tadinya tampak sangat dekat, membuat dentuman hebat yang menggetarkan tanah.

Orang-orang terkejut melihat semua musuh di depannya adalah palsu, bergegas membentuk formasi baru yang mempersempit pergerakan si Pria berjas hitam, menghunus senjata. 

"Kita tertipu!",

Sambil membuat jarak dengan melompat ke udara, pria pirang berjas hitam mendecikkan lidah, berseru, mendarat di salah satu atap rumah penduduk.

"Jangan ganggu tugasku, dasar kalian orang-orang Serikat!",

Wajahnya tampak kesal.

"Kalian hanyalah para penyihir bodoh yang mau melakukan segala hal demi bayaran besar! Jangan sita waktuku yang berharga!"

Penyihir berelemen Kristal yang ternyata adalah Kepala Serikat Petualang ibukota, Claude Vincost tertawa kecil dengan suara seraknya, memegangi perut yang agak gendut, membalas melalui tatapan mata hitam dibalik kacamata.

"Penyihir yang mau melakukan segala hal demi uang...",

"...Lebih baik daripada sekelompok kriminal yang tidak pernah ragu menyerang orang tak bersalah",

Sihir Kristal: Tusukan Permata Zamrud!

KRAK! KRAK! KRAK!

Melepaskan energi sihirnya, Claude Vincost menciptakan keping besar Zamrud hijau yang sangat tajam, menembus bangunan berbahan kayu dan batu keras, nyaris saja mencabik-cabik sosok berambut pirang di atap seandainya ia tidak menghindar. Melayang di langit.

Mencegah rute kabur, penyihir kerajaan yang jumlahnya lima itu segera bergerak menyusuri kota, melompat lincah untuk sampai di atap, menembakkan serangan dari berbagai arah, sementara tiga orang berseragam serikat petualang maju dari depan, menyisakan Najimi Harui dan Claude Vincost yang menjagaku di belakang sekaligus sebagai antisipasi terakhir jika orang-orang di depan gagal menghalau pria berjas hitam pergi.

Sihir Api: Tombak Api!

Sihir Petir: Sambaran Kilat!

Sihir Angin: Bilah Angin!

BUM! BUM! BUM!

Lingkaran-lingkaran sihir tercipta di langit, pertempuran diantara atap gedung berlangsung seru. Pria berjas hitam yang mencoba kabur membawa tubuh Yukki melawan lima penyihir kerajaan dan tiga orang dari perserikatan. Dentuman meletus dimana-mana. Kepulan debu menghalangi pandangan. 

Meski gerakannya sangat cepat, namun dengan beban lebih dan 'ilusi' yang selalu dipatahkan Najimi Harui dari jauh, si pirang berjas hitam ternyata tidak bisa bertindak banyak. Ditambah pilar-pilar permata tajam yang tiba-tiba menyeruak, nyaris menembus tubuhnya. Para penghalau ini meski tidak begitu kuat, mereka mampu membuat 'si pencipta ilusi' kewalahan.

Benar.

Selama ini, pria tersebut mampu mengalahkan banyak musuh dengan mudah karena selalu menggunakan bayangannya untuk menipu musuh, menyerang dari arah yang berbeda namun menyasar titik yang sama, menciptakan ilusi sempurna yang membuat lawan mengira pria di hadapannya sama sekali tak dapat dilukai serta memiliki serangan yang mustahil ditangkis atau dihalau.

Itulah rahasia utama mengapa setiap kali berhasil menyerang, dampak yang lelaki ini berikan kadang agak terlambat daripada serangannya. Ilusi yang diciptakan terlalu cepat, kontras dengan kecepatan yang ia miliki sesungguhnya.

Tetapi, di hadapan sihir Najimi Harui, kemampuan itu sama sekali tak berguna. Langsung pecah berkeping-keping bagai kaca. Membuat lelaki berambut pirang terpojok, kewalahan dihadapi 'bawahan' komando penyihir kerajaan beserta orang-orang dari perserikatan petualang.

Lihat selengkapnya