Sang Peniru Part 2: Dua Jiwa Elemental

Ariaria
Chapter #11

Tiga Panglima Kerajaan

Butuh waktu sekitar satu jam bagi kami untuk sampai di kantor perserikatan petualang yang tak begitu jauh letaknya dari medan pertempuran. Para penyihir kerajaan dan serikat sudah berkumpul dengan seragam masing-masing. Beberapa petinggi militer Voltaire juga tampak berjaga dengan senjata tersarung gagah. Warga-warga sekitar dievakuasi secara teratur. Orang-orang bergerak menyebar disekitar gedung perserikatan sesuai formasi. 

Suatu pemandangan yang jelas menunjukkan bahwa sebuah pertempuran akan terjadi disini.

Begitu sampai di depan kantor, Najimi Harui dan Claude Vincost langsung menerima hormat sambil membungkuk dari orang-orang perserikatan, sementara pasukan penyihir kerajaan yang dikerahkan hanya menunduk sopan. Sambil memberikan beberapa perintah, Najimi-san meminta seorang penyihir kerajaan berambut putih untuk mengobatiku yang cedera parah di dada. Membaringkanku di salah satu sofa merah panjang. 

Sambil mengaktifkan sihirnya, wanita berambut putih itu meletakkan kedua tangan di dadaku yang sakit, patah tulang di beberapa rusuk. 

Cahaya putih terang menyemburat dari telapak tangan yang dialiri energi, dalam sekejap rusuk-rusukku tersusun kembali. Kokoh seolah tidak pernah terkena cedera. Membuatku refleks mencoba bangun, menyentuh bagian yang sebelumnya sakit. 

Sama sekali tidak perih. Hanya saja aku masih merasa lelah. Kehabisan tenaga karena melepaskan sihir yang cukup unik, sihir ilusi. Dan tentu saja penyihir medis di depanku tak dapat menyembuhkannya.

Senang sihirnya berhasil menyembuhkanku, wanita muda yang umurnya sedikit diatas Najimi-san itu berkata,

"Anri Heart", menyebutkan namanya sambil menjulurkan tangan.

Menerima agak ragu, aku membalas.

"Takagi Amuro",

"Wah, Amuro-kun, ya? Nama yang indah dan tradisional sekali...", memuji sambil tersenyum tipis, wanita bernama Anri berkata.

Aku hanya menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal.

"...Ti--Tidak...Masih banyak kok orang yang memiliki nama lebih bagus dariku...",

Wanita berambut putih dengan jepit hitam di poni tertawa kecil.

"Hahaha...Kau tidak perlu merendah begitu.",

Datang ditemani beberapa orang berseragam hijau, Najimi-san yang baru saja mengobrol dengan beberapa petinggi penyihir kerajaan senang melihatku selesai disembuhkan, berterima kasih pada Anri Heart, memberitahu.

"Para petinggi militer kerajaan Voltaire setelah ini ingin berbicara denganmu, Amuro-kun...Kau tidak keberatan?",

Air yang diberikan Anri-san hampir saja kusemburkan dari mulut mendengar hal itu. Dengan nada ragu, aku bertanya balik.

"A..Apa..?! Pe--petinggi militer kerajaan?! Harui-san tidak sedang bercanda denganku, kan?",

Najimi Harui menggeleng tegas. Tatapan ramah dan santai yang ia milikki beberapa hari lalu menguap begitu saja. Membalas mantap.

"Tidak. Aku sedang serius, Amuro-kun. Panglima pertama, kedua dan ketiga militer kerajaan Voltaire hendak bertemu denganmu untuk membicarakan Shirayaki Yukki, orang-orang berjas hitam...dan kekuatan peniru-mu itu",

Aku agak bergidik.

"Membicarakan...Kekuatanku?",

Najimi Harui mengangguk.

"Tentu saja, bocah. Apakah Yukki-chan tidak memberitahumu? Sihir Peniru adalah sihir super langka yang hanya dimiliki satu orang sedunia di waktu yang sama.",

Jantungku tiba-tiba berdegup lebih kencang. Bola mataku membulat, terkejut hebat. terbata-bata menyahut

"...Si--Sihirku.."

"Hanya dimiliki satu orang di dunia...?", 

Lagi-lagi Najimi Harui mengangguk tanpa berkedip. 

Kemudian aku bertanya.

"Bagaimana jika ada yang memilikinya juga di tempat lain?",

Memainkan anak rambut pink di dekat telinganya yang halus, wakil kepala serikat petualang menjawab setelah berpikir singkat.

"Entahlah...Tapi kata guruku, nanti penyihir dengan kekuatan yang lebih lemah akan mendadak kehilangan kekuatannya ketika bertemu penyihir dengan kekuatan yang lebih besar. Dengan kata lain, 'yang lebih banyak meniru' akan mampu merampas kekuatan peniru dari penyihir yang lain.",

Aku mengernyitkan dahi. Mencoba mencerna informasi yang baru saja diberikan.

A--aturan macam apa itu?!

"Kalau tidak salah...alasannya adalah karena tidak mungkin 'sihir peniru' itu 'ditiru' oleh yang lain hingga dapat menimbulkan kemustahilan bernama 'regresi tak terhingga'--kata guruku begitu...",

Aku semakin tidak paham.

Gadis berambut pink pendek yang membaca reaksiku segera menjelaskan.

"Bayangkan saja ada sebuah pintu yang memiliki aturan: tidak boleh ada orang yang masuk kecuali orang yang di belakangnya harus masuk terlebih dahulu. Apa yang terjadi? Semua orang tidak masuk. Itu karena tidak ada satu orang yang memutus rantai aturannya hingga tak terhingga--inilah yang disebut regresi tak terhingga.",

"Dalam kasus sihir peniru, orang yang menggunakan sihir pertama kali akan meniru sihir musuhnya. Akan tetapi, karena sihir musuhnya adalah peniru juga, maka ia akan kembali meniru sihirnya sendiri yang adalah peniru dan seterusnya hingga tak terhingga. Oleh karenanya, dalam kasus pertempuran antar pengguna sihir peniru, yang paling banyak meniru-lah yang akan mampu memenangkan pertandingan, merampas seluruh hasil tiruan musuh sekaligus kekuatannya, membuat pihak yang kalah bagai orang yang terlahir cacat tanpa sihir.",

Lihat selengkapnya