Sang Peniru Part 2: Dua Jiwa Elemental

Ariaria
Chapter #21

Cara Menghidupkan Yukki

“Musuh akan mengincarmu jika tahu kau memiliki Kekuatan Peniru, Amuro-kun. Kaburlah bersama tubuh Yukki ke kawasan istana supaya lebih aman dibawah perlindungan Master Azaroth…!”

Tanpa kompromi sama sekali, Najimi Harui memintaku segera pergi dari gedung perserikatan. Memalingkan pandangannya seolah memutus segala diskusi. Membiarkanku sendirian di depan pintu masuk lantai satu yang cukup ramai oleh para penyihir berseragam putih dan hijau.

Lima lawan satu.

Hasil rapat di lantai lima itu tidak begitu mengejutkan. Benar-benar mengabaikanku yang memang anak kecil, tak dianggap memiliki pendapat yang masuk akal.

Pasalnya, semua orang mengkhawatirkan pertahanan gedung serikat tidak akan begitu kuat menahan gempuran anggota Malaikat Hitam yang datang menjemput Yukki. Akan tetapi, pihak kerajaan dan serikat petualang tidak akan begitu saja menunggu tubuh agen rahasia mereka direbut, dihidupkan kembali atau bahkan dikendalikan untuk menyerang balik pasukan kerajaan yang dikerahkan, menjelma menjadi senjata perang mengerikan—apalagi mereka tahu si pengendali Kageha Enma, menurut informasi yang beredar melalui mata-mata, baru saja bergerak mendekat bersama kedua rekannya kemari.

Sekali ia melihat tubuh Yukki ada dalam pandangan dan cakupan kekuatan sihirnya, dengan mudah ia akan membangkitkan gadis itu sebagai boneka bayangannya yang baru. Memerintahkannya menyerbu pasukan kerajaan dan perserikatan, menang dengan mudah—kemungkinan yang seperti ini sangat berbahaya. Oleh karenanya para panglima dan petinggi serikat tidak ingin bertaruh mahal, melarikan tubuh Yukki ke arah barat daya sambil dikawal puluhan penyihir berkuda.

Hal yang sama berlaku kepadaku.

Sekali aku terkena Sihir Boneka Bayangan Si Nomor Tujuh yang sangat berbahaya, tamat sudah riwayatku. Dan tamat pula nasib kerajaan dan perserikatan karena kekuatan peniru jatuh ke tangan musuh.

Aku memang benci dikendalikan dan dimanfaatkan oleh salah satu pihak.

Akan tetapi, karena disini pilihannya adalah antara dikendalikan pihak yang berwenang atau pihak yang melakukan kejahatan belaka, tentu saja aku tidak begitu saja langsung memusuhi kerajaan.

Hanya saja, aku tidak mau mengikuti rencana mereka yang buruk itu—sama sekali tidak menduga bahwa Malaikat Hitam juga memiliki akal yang bisa digunakan menyusun rencana dan siasat—memutuskan bertindak sesuai caraku sendiri.

Ya.

Sebuah cara yang disarankan oleh Sang Peniru langsung yang dari tadi berkeliaran disekitarku. Bercakap-cakap namun tak seorang pun dapat melihatnya.

Cara itu adalah…

… Menghidupkan kembali Yukki.

“Langkahnya sangat mudah.”

Sang Peniru mulai menjelaskan.

Satu telunjuknya teracung keatas sementara jubah kebesaran hitamnya terkibar megah diantara hembusan angin yang dingin menjelang fajar.

Aku menyimak sambil berjalan ke rombongan pasukan berkuda yang akan segera berangkat ke pusat ibukota.

“Pertama-tama, kau akan kuberi 0,001% dari total ingatan kekuatan yang kumiliki” Ia berujar.

Lihat selengkapnya