Sang Peniru Part 2: Dua Jiwa Elemental

Ariaria
Chapter #24

Aku Pulang, Yukki

Angin yang lembut. Rumput setinggi mata kaki menari ke kanan dan kiri. Daun-daun hijau berguguran bersama kelopak bunga dandelion putih.

Biru di langit mewarnai angkasa seolah lautan. Awan-awan mengambang landai. Matahari bersinar hangat seolah tak pernah siang ataupun malam.

Tiada bukit. Tiada gunung. Semuanya datar dengan hutan-hutan lebat mengepung sekitar melalui formasi melingkar. 

Ditengah hamparan alam yang begitu indah, sepasang saudari terbaring santai sambil sesekali mengobrol, tertawa bersama. 

Seorang gadis memiliki rambut biru muda yang halus bagai sutra. Tergerai melebar diantara helai rumput yang berayun. Ditiup angin bersama semerbak bunga. Sementara yang lain rambutnya merah diikat satu simpul berwarna hitam. Berkilauan bagai permata rubi di kedalaman tanah. Bola mata keduanya masing-masing kuning emas dan hijau zamrud. Tampak begitu jelita dengan bulu mata yang hitam tebal.

Suara mereka yang cekikikan tiba-tiba berhenti demi melihat ada pihak ketiga yang datang. Bangkit duduk. Melepas pandangan.

Bukan orang dewasa. 

Tingginya mungkin tidak akan lebih dari seratus lima puluh senti dengan tatapan bola mata merah. Rambutnya hitam pendek cukup kusut. Tetapi wajahnya putih bersih. 

Dengan langkah pasti, orang itu mendekat ke kedua gadis yang sedang bermain. 

Memecah kebahagiaan mereka. 

"Maafkan aku, Akame-san...Yukki-san..."

Mendengar ucapan demikian, dua sosok manifestasi kristal sihir api dan es itu hanya terdiam diantara kelopak bunga yang bermekaran. Kedua mata mereka berkilat-kilat indah layaknya permata. Layaknya kaca.

Aku yang baru saja berhasil menembus 'dinding penderitaan' Shirayaki Bersaudari bertahun-tahun, mencicipi 'sesuatu yang lebih mengerikan daripada hanya kematian', berkata pelan.

Lihat selengkapnya