"Wo... Woi! Hentikan sihirmu itu! Kita sedang berada di hadapan jenderal, lho!"
Panik oleh atmosfer yang mendadak membeku ekstrem, sejumlah penyihir kerajaan di barisan belakang berteriak ke arah Shirayaki Yukki. Sayangnya, gadis bermata zamrud itu tak sudi menurut dan mundur selangkah pun karena gertakan bawahan Master Azaroth. Pendar magis di matanya makin berkilat, mengembuskan gelombang aura es yang memutus napas.
Tiga panglima kerajaan mengaktifkan sirkuit magis pencegahan di sekeliling mereka, membalas kepungan es Yukki-san, mengunciku di titik tengah.
Ketegangan di dalam tenda meledak. Bentrokan antar sekutu hanya menunggu sedikit pemicu percikan api—sebuah perang saudara yang melibatkan pimpinan militer kerajaan, serikat petualang, mantan agen rahasia, dan diriku sebagai wadah Kekuatan Legendaris yang dicari banyak orang.
Sadar situasi sudah tak terkendali, Claude Vincost berusaha menengahi dengan kepala dingin. Namun, bukannya mereda, panglima ketiga justru melempar senyum provokatif. Ia menyalakan medan panas tepat di bawah pijakan Yukki-san, mencoba melelehkan bongkahan es untuk memancing kemarahan sang gadis hingga batasnya.
“Ah, dinginnya…~” Orihara Kanae pura-pura tidak bersalah.
Dan hal itu sukses membuat Yukki-san naik pitam, membentak kencang.
"KALIAN PIKIR AKU CUMA BERCANDA, HAH?!"
Sepasang tangan Yukki-san terangkat ke udara.
Sihir Es: Neraka Beku!
KRAAAAKK!!
Belasan pilar es tajam mencuat dari tanah bagai taring-taring raksasa. Menanggapi ancaman langsung demikian, ketiga panglima kerajaan melepaskan sihir balasan serentak, membidik tepat ke arah Yukki yang memicu mekanisme pertahanan dari diri mereka.
Sihir Api: Lautan Api!
Sihir Tumbuhan: Akar Penjerat!
Sihir Kegelapan: Ledakan Kegelapan!
BUM BUM BUM BUM BUM!
Di tengah kekacauan sihir destruktif yang siap bertabrakan, Master Azaroth hanya menghela napas panjang. Wajahnya sama sekali tak mengindikasikan kepanikan. Ia bergumam pelan.
"Bisakah kalian serius sedikit?"
Sihir Waktu: Berhenti.
KAATS!
Dunia berhenti berdetak.
Dengan satu jentikan jari tangan kanan sang jenderal, seluruh isi ruangan membeku kaku di tempatnya. Belasan serangan sihir yang melayang di udara terhenti mendadak sebelum mencapai target. Serpihan es tajam mengambang persis beberapa senti dari kulit penjaga yang tak bersalah. Lautan api terpatri kaku tanpa gejolak, dan bola peledak hitam Moris Wesley tergantung pasrah di awang-awang.
Dengung ayunan lilin mati. Getaran deru angin langsung bisu.
Di tengah keheningan absolut yang menyeramkan, sang jenderal melangkah tenang. Ia menatapku dengan mata serak yang menyiratkan tekanan mendalam. Mulutnya kemudian terbuka.
"Dari informasi yang kuterima.” Ungkap sang jenderal. “Kau sempat meniru kekuatan wakil pimpinan serikat, Najimi Harui, bukan?"
GLEK
Menelan ludah sendiri dengan susah payah, aku merasakan tubuhku gemetar menyaksikan waktu dihentikan secara paksa. Di sekelilingku, para panglima dan penyihir membeku bagai patung lilin, sementara aku dan pria berjubah bintang emas tiga sanggup bergerak leluasa tanpa halangan.
Sungguh pemandangan kaku yang mengerikan—sekaligus indah.
Aku mengangguk pelan.
“… Hm… Be—Begitulah….”
Master Azaroth mengembuskan napas lega. "… Baguslah kalau begitu." Ia memberi isyarat di tengah tenda. "Bisakah kau gunakan sihir itu sekarang? Orang-orang ini sudah mulai bergerak di luar kendaliku—buat mereka tak bisa terjebak dan tidak bisa mengeluarkan sihirnya lagi supaya kita bisa bicara. Bagaimana?"
"... Bi—Bisa saja, sih..."
Aku berjongkok, menempelkan kedua telapak tangan ke lantai tenda yang terlapisi es.
Energi sihirku meluap-luap.
Sihir Peniru: Tiruan Sihir Pembatal Modifikasi - Medan Tanpa Sihir!
VOOOM!
Sama seperti yang kuterapkan pada pertempuran dahsyat sebelumnya, sihir pembatal milik Harui-san telah kuubah dari bentuk asalnya..
Jika versi jurus ini adalah benturan energi frontal untuk menetralkan sihir lawan, maka modifikasiku adalah menanamkan energi pembatal langsung ke dalam bidang datar, tersimpan secara pasif untuk menunggu adanya rangsangan.
Ketika aktif, energi sihir berwarna ungu itu menyebar liar ke segala arah. Ia menghantam setiap aktivasi sihir yang berada di jangkauannya, memicu reaksi berantai yang melumpuhkan seluruh fenomena magis secara simultan.
Kali ini, tak perlu membentangkan radius satu kilometer yang menguras stamina, aku bisa mengatur luas dari medan anti-sihir cukup lima kali lima meter di dalam tenda.