Sang Peniru Part 2: Dua Jiwa Elemental

Ariaria
Chapter #30

Sang Peniru Part 4: Kuil Akatsuki Dan Perguruan Hoshigiri

Kuil Akatsuki. 

Tempat dimana konon para monster berbahaya disegel, dipenjara dalam dimensi tak berujung. Para pahlawan dirampas segala kekuatannya, berakhir dibawah makam yang entah mengapa batu nisannya selalu bertambah selama ribuan tahun. Tempat yang bahkan pihak kerajaan Ragnar sendiri sudah menyerah untuk menaklukkan, mempersilahkan kerajaan lain merebut wilayah tersebut namun selalu gagal dengan cara yang sangat misterius.

Setiap pasukan yang datang mulanya hanya ditelan sebuah kabut aneh seolah musim dingin baru saja tiba di dataran tinggi pegunungan Narkhaz. Akan tetapi, pada waktu berikutnya mereka menyaksikan ribuan jimat cokelat tiba-tiba sudah bergantung di langit dengan warna-warni yang aneh. Tersebar ke seluruh sudut seolah kepungan yang rapi. Sementara pasukan yang berada di bagian tengahnya tiba-tiba langsung lenyap tak bersisa. Membuat pasukan lain yang ada di belakang memutuskan mundur. Tak berani mengusik daerah itu lagi.

Mereka akhirnya menjuluki sosok dibalik penunggu Kuil Akatsuki itu sebagai Sang Pemilik Jimat.

Siang itu, seperti biasanya kabut putih tebal menutupi jalanan sempit pegunungan Narkhaz yang merupakan seperempat wilayah kerajaan Ragnar. Bentang alam yang begitu dingin dan ekstrem membuat sebagian besar penduduk mundur dari wilayah ini secara teratur, berpindah ke dataran rendah di bagian selatan yang lebih aman dan hangat. 

Hewan-hewan dengan fisik diluar nalar sering terlihat mondar-mandir, menciptakan lingkungan yang sangat berbahaya bagi orang awam. Tumbuhan banyak yang layu. Panen selalu gagal. Tanaman predator langka justru malah tumbuh dengan subur. Memangsa ternak yang tidak hati-hati. Menelan hidup-hidup anak kecil yang sedang sial.

Sungguh daerah yang benar-benar berbahaya.

Akan tetapi, ajaibnya, dengan suatu kekuatan misterius, Kuil Akatsuki yang sejak zaman dahulu menjadi lembaga pengelolaan mayat dan kuburan Ragnar di wilayah Narkhaz dapat berdiri dengan tenang. Tak terganggu oleh cuaca yang sangat ekstrem. Seolah ancaman bahaya yang ada disekitar bangunannya masih lebih ringan daripada ancaman yang dimilikinya sendiri. Tetap eksis hingga saat ini meski hanya bangunannya saja--dan satu penunggu misterius yang selalu menebar maut disekitar maut dengan jimat-jimat cokelat.

Lihat selengkapnya