Malam yang dingin itu akhirnya kembali berlalu dengan tenang. Para bandit yang masih hidup diikat dengan tali tambang. Mulutnya disumpal melalui perban hitam yang lengket dan tebal. Begitu pula kakinya: diikat ke pohon-pohon hutan lebat. Dibiarkan disana berjam-jam tanpa minum dan makan. Ditinggalkan begitu saja menunggu hewan buas datang dengan perut kelaparan. Memangsa mereka dalam cabikan dan gigitan tajam. Memberi pelajaran pada mereka yang selalu berbuat onar kepada para kafilah pedagang yang melintas di dekat area.
Meneruskan perjalanan menuju kerajaan Ragnar yang memiliki banyak ahli beladiri hebat, aku dan Orion mengobrol santai di dalam gerbong yang penuh dengan muatan. Ditemani empat pegawai yang berhasil kusembuhkan dengan sihir es milik Yukki yang kupinjam. Membahas masa lalu masing-masing sambil sesekali tertawa ataupun bersedih bersama. Saling menguatkan akan masa lalu yang terkadang menyakitkan.
Karena perjalanan masih sangat lama sekitar satu minggu lagi baru sampai, aku meminta Orion Marry yang tampaknya memiliki banyak pengetahuan sejarah untuk menceritakan kisah lima penyihir legendaris Voltaire yang dahulu mampu mengalahkan raja iblis, menyelamatkan dunia khususnya kerajaan ini dari ancamannya yang sampai hingga negara-negara tetangga.
Orion Marry mengangguk senang. Dengan antusias membeberkan pengetahuan yang ia terima dari guru privat di kediamannya. Memintaku untuk menyimak dengan baik. Memerhatikannya.
Dahulu, dunia diisi oleh berbagai macam ras makhluk hidup yang saling berdampingan. Penuh toleransi. Minim sekali konflik. Kerajaan yang ada jumlahnya sangat banyak. Menjalin hubungan kersajama antara satu dengan yang lain. Nyaris tidak ada perang. Saling menjaga teritori. Tidak rakus dan tamak akan wilayah yang lebih besar.
Dunia saat itu seolah begitu sempurna layaknya negeri surga yang didambakan oleh banyak orang.
Akan tetapi, kedamaian itu tidak berlangsung begitu lama. Beberapa abad kemudian, ras terkuat yang ada di bumi, ras iblis, mendeklarasikan diri mereka sendiri sebagai penguasa bumi, membentuk sebuah kerajaan yang tidak boleh dimasuki atau ditinggali oleh ras makhluk hidup yang lain. Memulai invasi ke wilayah-wilayah yang ada di dekat kerajaan mereka. Membuat dunia porak-poranda untuk pertama kalinya dengan kekuatan mereka yang tidak ada dua. Menghancurkan berbagai kerajaan dengan armada tempur tak terkalahkan.
Kerajaan itu dipimpin oleh salah satu bangsawan ras iblis yang paling berpengaruh pada masanya, Lucian Valeria. Seorang lelaki dengan silsilah ras iblis paling murni, memiliki kekuatan sihir paling berbahaya: sihir hitam.
Invasi mengerikan yang berlangsung bertahun-tahun menyebabkan ras yang tinggal di muka bumi mulai menyelamatkan diri masing-masing. Tidak lagi bertempur bersama karena selalu kalah dengan pasukan ras iblis. Membubarkan koalisi sebelum semuanya hancur. Menciptakan tembok tebal. Bersembunyi di dalam tanah. Mengangkat seluruh daerah kekuasaannya ke atas langit. Sehingga yang tersisa hanya ras paling lemah, yaitu ras manusia.
Dengan larinya ras-ras unggulan yang tadinya mau bekerjasama, umat manusia akhirnya hanya jadi bulan-bulanan pasukan raja iblis yang sama sekali tidak tertandingi. Dipukul mundur melalui mobilisasi yang begitu tinggi. Kehilangan banyak sekali kerajaannya dalam sekali hantam pasukan berkekuatan sihir dahsyat. Berlari meminta perlindungan kepada ras lain--tetapi selalu ditolak mentah-mentah.
Saat keadaan begitu mencekam itulah, para pahlawan yang kemudian akan dikenang sebagai Lima Penyihir Agung Voltaire muncul membawa harapan bagi umat manusia yang hampir dimusnahkan oleh pasukan ras iblis beserta rajanya. Masing-masing mereka memiliki gelar sesuai dengan kemampuan uniknya yang disebut-sebut sangat langka pada masa itu.