Seruan Orion Marry terdengar bergema diantara lorong gelap yang lembab dan sedikit basah. Cahaya lilin yang redup ditengah meja di depan menciptakan suasana yang penuh misteri. Membangkitkan rasa ngeri. Membuat tubuh gemetar.
Melihatku dengan tatapan tajam dan dingin, tiga orang yang disebut sebagai kelompok pembunuh bayaran terbaik masing-masing menyingkap tudung gelap yang dikenakan. Memperlihatkan wajahnya masing-masing kepada pedagang yang menyewa mereka. Berdehem pelan. Berkata dengan nada menusuk.
"Kontrak kita baru saja kau langgar, Orion-kun. Kau membawa pihak ketiga ke ruangan kita malam ini. Perjanjian kita batal."
Seorang lelaki umur dua puluhan yang rambutnya acak-acakan bangkit dari kursinya, mencabut pisau dari pinggang yang langsung dilekatkan ke batang leher Orion Marry. Mengancamnya dengan kematian.
Seorang wanita muda berambut pirang yang juga ada disana tertawa kecil, menegak botol bir hijau yang masih tersisa diatas meja.
"Wah~! Kalian membuat Kirisaki marah~! Cepat bayar uang dendanya sebelum kalian dihabisi, lho~?!"
Aku refleks mengambil pedang pemberian Master Azaroth yang kusampirkan di pinggang. Akan tetapi, demi melihat isyarat Orion-san yang memintaku tidak bertindak diluar perintahnya, aku menahan diri. Membiarkan mata belati tajam tetap menempel di leher lelaki tersebut. Menyudutkannya hingga ke sudut ruangan.
Orion Marry akhirnya buka mulut, memberikan alasan.
"Astaga, apa yang kalian katakan?! Aku tidak membawa pihak ketiga sama sekali, tahu!! Lihat, bocah ini adalah sepupuku, Amuro Marry yang juga datang untuk menyelamatkan Olivia!! Justru aku yang berhak diberikan kompensasi disini karena menerima ancaman pisau dari salah satu anggota kalian!! Sekarang, cepat bayar sini!!"
Aku sebenarnya hendak tertawa demi mendengarkan keberanian remaja berambut cokelat tersebut karena tingkahnya yang lucu ketika tersudut. Akan tetapi, pria tinggi yang dipanggil kirisaki anehnya dapat berpikir dengan baik, mengetahui bahwa dirinya yang salah karena terlalu cepat bertindak. Bertanya untuk memastikan.
"Apakah kau... Tidak berbohong?"
Orion Marry mengangkat kedua tangannya.
"Tentu saja aku tidak berbohong!"
Dia baru saja berbohong. Bahkan dua kali.
"Baiklah, maaf kalau begitu."
Menurunkan pisau tajamnya. Kembali duduk menghadap meja yang hanya disinari satu lilin di bagian tengah.
Remaja yang baru saja selamat masih saja sempat memberikan kode padaku melalui isyarat jari telunjuk yang dilekatkan ke ibu jari, membentuk huruf O.
Tenang saja, semuanya aman!
Aku menggelengkan kepala demi melihat itu. Menjaga jarak dari meja tempat tiga orang berbahaya berkumpul. Membiarkan pedagang kelas atas melakukan pekerjaannya.
"Jadi, bagaimana situasi terkininya?"
Seolah kawan lama yang baru saja kembali, Orion Marry bertanya pada kelompok pembunuh bayaran terbaik Ragnar layaknya mengajak para pemabuk mengobrol. Langsung memancing reaksi kesal dari tiga orang yang menunggu di meja. Akan tetapi, karena bocah ini adalah klien barunya yang berani membayar mahal untuk sebuah pekerjaan, mereka mengabaikannya.
Berkata.
"Sebenarnya, Orion-kun..~ Aku tahu kau ini sangat manis dan ingin adikmu kembali... Tapi kita ini kelompok pembunuh, lho~? Bukan tugas kita untuk menyelamatkan seorang gadis apalagi tempatnya disekap adalah Tenkakuden. Kita hanya melayani pembunuhan bertarif seribu koin emas per-kepala. Kau tahu itu, bukan? Permintaan mata-mata yang dilakukan oleh Kirisaki kemarin juga masih pengecualian karena kau mau membayar mahal..."
"Kalau begitu, tinggal dibalik saja."
Orion Marry berkata santai. Menatap ketiga lawan bicaranya seolah benar-benar sedang ingin 'membeli sesuatu'.
Semua orang tidak mengerti apa yang ia ucapkan.
"Jika biasanya kalian melenyapkan nyawa satu orang dengan harga seribu koin emas, maka seharusnya kalian tidak keberatan untuk menyelamatkan nyawa satu orang dengan harga yang sama, bukan?"
Aku terkejut mendengar tawaran seperti itu.
Sangat cerdas dan berpengalaman.
Karena tahu aksi berikutnya pasti akan terjadi bunuh-bunuhan yang sengit, Orion-san tidak membayar kelompok berdasarkan berapa banyak yang mereka bunuh, tetapi berapa saja yang mereka berhasil selamatkan.
Dalam kasus ini, yang diselamatkan hanya satu orang.
Dan itu adalah penghematan biaya yang luar biasa efektif.
Aku mengepalkan tangan. Mendukung dari jauh.
Kerja bagus, Orion-san!!
Akan tetapi kelompok pembunuh bayaran yang nampaknya sudah berpengalaman tidak mudah menerima tawaran merugikan yang jelas merupakan akal-akalan harga pedagang di depan. Menghembuskan nafas kesal.
"Kau ini ingin membodohi kami, ya~?"
Kali ini si wanita berambut pirang pendek yang berbicara. Mengulurkan tangan kanannya yang memiliki kuku panjang, tampak dilumuri oleh suatu cairan mencurigakan yang mirip seperti racun. Mengacungkannya ke depan wajah Orion Marry yang entah mengapa masih tenang-tenang saja dikepung tiga orang sekaligus.