Sang Peniru Part 2: Dua Jiwa Elemental

Ariaria
Chapter #37

Pengalihan

"Tadi itu gila sekali, Orion-san!! Tak kusangka pembunuh bayaran seperti mereka malah tunduk dibawah pengaruhmu!!"

Kembali ke penginapan sederhana sambil bersiap untuk aksi esok hari, aku berseru kepada Orion Marry yang tampak biasa saja setelah mengalahkan kelompok pembunuh bayaran nomor satu di Ragnar.

Kaca jendela yang mengarah ke jalan raya beraspal tampak sedikit bergetar meredam suaraku. Lentera yang terpasang di empat sudut kamar berkedip-kedip. Menempias lantai dan langit kamar yang terbuat dari kayu halus mengkilap. Memberikan nuansa cokelat kemerahan yang hangat dan menenangkan. Sementara api lilin di meja berayun pelan.

Mengangkat bahu tidak begitu peduli, Orion Marry langsung mengganti pakaiannya. Melompat ke atas kasur di sisi kanan. Memeluk guling. Menarik selimut. 

Kepalanya kembali muncul dengan senyum mengembang.

"Maka dari itu, Amuro-kun..."

"... Mulai sekarang, berhati-hatilah dengan para pedagang, oke~?"

Aku menelan ludah.

"Ba... Baik..."

Lantas ikut mengganti pakaian. Beranjak keatas kasur yang begitu empuk meski biaya sewanya sangat murah. Satu koin perak untuk satu kamar.

Memandang langit ruangan yang mengkilap. Jauh lebih bersih daripada bar mengerikan yang baru saja kukunjungi bersama Orion Marry.

Bertanya pelan.

"Orion-san... Apakah kita akan baik-baik saja dengan rencana tadi? Begini, kau ini adalah bangsawan terkenal di kerajaan Voltaire, bukan? Apakah tindakanmu besok tidak akan memengaruhi status sosialmu?"

Dengan santai lelaki berambut cokelat tersisir rapi menggeleng.

"Santai saja, perusahaan dagang Marry tidak memiliki banyak hubungan bisnis dengan kerajaan Ragnar, kok! Lagipula, mereka selalu saja memasang harga yang tidak masuk akal ketika kami meminta barang tambang mereka yang bagus-bagus... Sehingga kami sering meninggalkan mereka dan beralih ke kerajaan lain yang bisa diajak kerjasama!"

Aku mengernyitkan dahi.

"Apakah dengan begitu... Kerajaan Ragnar tidak akan marah?"

Orion Marry menyilangkan jari telunjuk di hadapan wajah.

"Tentu saja tidak!"

"Ini adalah persaingan bisnis, lho! Seharusnya semua orang memahami konsekuensinya, bukan?"

"Lalu... Bagaimana kau dan keluargamu bisa memasok barang-barang yang dibutuhkan oleh kerajaan Voltaire--khususnya, bahan tambang dan persenjataan logam?"

Pedagang licik mengangkat kedua sudut bibir.

"Kami mengimpornya dari dinasti para dwarf, Tsuchigumo, yang wilayahnya tersembunyi di dalam tanah."

Keringat dinginku mengalir mendengar hal itu.

"... Tersembunyi... Di dalam tanah?"

Orion Marry mengangguk.

"Benar."

"Seperti yang kuceritakan. Karena invasi pasukan raja iblis begitu dahsyat dan tidak ada yang mampu membendungnya, akhirnya ras pengrajin terhebat dunia, para dwarf, menyembunyikan kerajaannya dibawah tanah. Membentuk peradaban sendiri dengan kekuatan kreatifitas mereka yang melegenda."

"Hanya saja, akhir-akhir ini mereka mengalami resesi yang cukup parah sehingga dengan mudah kami keluarga Marry menawar setengah harga barang mereka dari kesepakatan awal."

Aku terperanjat.

"Se...--Setengah harga?!!"

Senyum Orion Marry melebar.

"Ya. Setengah harga."

"Itu namanya perampokan!"

"Tentu saja tidak. Mereka juga setuju, kok."

"Kalau begitu namanya jadi penipuan!"

Lihat selengkapnya