Sang Peniru Part 2: Dua Jiwa Elemental

Ariaria
Chapter #45

Kamilah Yang Akan Membuat Kalian Ketar-Ketir

Pagi pun tiba diantara reruntuhan benteng ibukota yang tak lagi berbentuk itu. Memancarkan cahaya putih lembut. Membawa hangat. Membawa ketenangan. Sangat kontras dengan atmosfer tegang yang ada. Menyorot kedua belah pihak yang masih sama-sama kuat. Bertahan di sisinya masing-masing. Melepas tatapan awas.

Hasil hitungan singkat menunjukkan kekalahan signifikan dari pihak Malaikat Hitam yang bertahan: Pasukan bayangan Enma dibantai, efek serum peningkat kekuatan Si Nomor Lima mulai habis, Utsusemi Ringo yang berkali-kali kena serangan termuntah darah--meski senyumannya belum pudar, sementara Rena si kehilangan sebagian besar alat perangnya yang ada di punggung, hancur berkeping-keping ketika adu kekuatan dengan pedang suci si kepala akademi. Meringis kesakitan karena dadanya baru saja ditebas. 

Berkebalikan dari kelompok penyihir berjas hitam, lima pendatang yang disebut-sebut sebagai murid terbaik Akademi Omnius generasi empat puluh ternyata masih berada dalam formasi yang rapi. Menerima penyembuhan luka dan stamina instan dari pedang suci kelima Violet Omnius, Solenne, dalam waktu singkat. Kembali segar seolah tak pernah terluka sama sekali. Membuat musuh yang berada di depan berhitung ulang. Tidak ingin gegabah menyerang sembarangan.

Zepphyier sebagai satu-satunya anggota Malaikat Hitam yang belum terluka mengedip-ngedipkan matanya melihat kondisi rekan yang kewalahan. Berpikir sejenak. Lalu menoleh ke belakang. Memberikan suatu isyarat.

Obbeus yang mengetahui pesan dari Si Nomor Dua menghela nafas berat. Cukup kecewa dengan performa tim pertama yang digerakkan terlebih dahulu. Melambaikan tangan kepada anggota inti Malaikat Hitam yang tersisa. Memerintahkan mereka untuk maju, menggantikan posisi bertarung tim pertama yang nampaknya sudah kelelahan.

Lima penyihir berjas hitam lain termasuk si kecil Kageha yang belum diturunkan mengangguk patuh. Berlompatan turun dari tembok benteng yang sebagian titiknya sudah hancur. Berlarian gesit menuju kawan yang berada di garis depan. Bertukar posisi dengan mereka.

Jade, Utsusemi dan Rena akhirnya mundur teratur meski sebenarnya agak enggan. Sementara Zepphyier yang tetap di tempatnya. Menghunus pedang dengan kuda-kuda terpasang. Mengeluarkan aura yang berbeda dari sebelumnya. 

Bola mata putihnya yang sebening kaca berpendar-pendar.

Demi melihat itu Master Azaroth mendengus.

"Jadi, tadi kau belum serius, ya...?"

Zepphyier tidak berniat menjawab pertanyaan tersebut. Menatap kakak yang dibencinya dalam dendam. Berujar,

"Kali ini... Aku akan benar-benar membunuhmu, nii-san..."

Lingkaran biru sihir ruang tercipta kembali di sekitarnya. Kali ini jumlahnya mencapai puluhan. Masing-masing memiliki jalur serangan sendiri yang akan langsung terhubung dengan formasi musuh. Membuat si penakut Fionna menelan ludah. Menoleh kepada Violet. Wajahnya pias.

"Vi--Violet-san!! Ini gawat!! Adik Azaroth sekarang menggunakan kekuatan penuhnya!!"

Yang diteriaki malah menyeringai penuh antusias.

"Bagus!! Jika begini aku tidak akan ragu-ragu lagi untuk menghabisi nyawanya!!"

Sang jenderal tidak begitu ambil pusing dengan ancaman si adik. Kembali memasang posisi siaga. Mengalirkan kekuatan sihirnya. Memusatkan konsentrasi.

"Argh... Kenapa aku harus bertarung di tim kedua, sih? Ronde ini biasanya akan lebih mematikan, bukan? Jangan libatkan anak kecil sepertiku, dong!" Banda yang berperingkat sepuluh langsung mengutarakan protesnya begitu sampai di medan pertempuran.

Jade yang sudah agak jauh di belakang masih sempat menyahut. 

"Jangan banyak mengeluh, Banda. Buatlah dirimu berguna di kelompok ini."

Banda yang dari wajahnya memang terlihat pemalas mengangguk lemah. Berbaris bersama anggota inti Malaikat Hitam yang lain. Membuang lolipopnya yang habis ke sembarang arah. Berseru sambil mengacak rambut.

"Baik, baik...! Aku memang anggota paling tidak berguna di organisasi! Terima kasih atas sarannya, wahai pria paling banyak kontribusi!!"

Membenarkan posisi topi merah.

"Seperti biasa..."

Lihat selengkapnya