Sang Peniru Part 2: Dua Jiwa Elemental

Ariaria
Chapter #51

Tetangga Jauh

Siang itu seperti biasanya Rikka menjemur pakaian penghuni rumah yang selesai dicuci. Mengangkat keranjang yang dirajut menggunakan akar tumbuhan setempat. Pergi ke lokasi penjemuran keluarganya yang berada di belakang. Sempat diganggu oleh kakak-kakaknya yang jahil saat melintas. Menunaikan tugasnya sebagai wanita yang baik setelah sang ibu meninggal bertahun-tahun lalu. 

Hari ini keluarganya sedang tidak ada kegiatan keagamaan. Memutuskan bersantai di rumah menemani putrinya yang semakin hari semakin terasa asing. Mengajaknya mengobrol meski sudah malas. Paling-paling aku dikerjai lagi oleh mereka, pikir Rikka yang sudah berperasangka buruk. Melakukan kebiasannya yang belum hilang. Memandangi batu nisan. Berdiam diri diantara sunyinya teras bersama siraman matahari hangat. Pikirannya agak pusing namun ia sadar telah terjadi sesuatu pada dirinya.

Sialnya, gadis itu sama sekali tidak mengingat hal tersebut.

Menatap halaman bersalju yang tampak acak-acakan. Dengan benteng buatan tangan berdiri kokoh seukuran separuh tubuhnya. Tidak mengerti mengapa ada bekas pertempuran disana.

Bola mata Akatsuki Rikka mengerjap sekali.

"... Apa?"

Suaranya lirih.

"... Apa hal penting..."

"... Yang baru saja kulupakan?"

Pertanyaan pelannya itu kemudian memudar bersama tiupan angin yang mendarat ke wajah. Menerbangkan anak rambut beserta kimono merahnya. Samar-samar, ia mendengar sebuah suara lonceng berbunyi agak jauh dari tempatnya berdiri. Bersumber dari luar kediaman yang tertutupi kabut tebal. Berada diantara pohon-pohon kering. Tersembunyi dibalik badai yang akhir-akhir ini sering menerjang.

Lalu suara lonceng itu menghilang.

Tapi tubuh Rikka merinding secara misterius ketika mendengar bunyi lonceng tersebut. Memberikan respon yang tidak wajar.

Akatsuki Kaito yang kebetulan lewat di belakangnya menoleh sebentar, bertanya.

"Ada apa, Rikka-chan? Kau terlihat aneh hari ini."

Gadis berkimono tidak menjawab apapun. Sebaliknya, ia malah bertanya balik. Melontarkan sesuatu yang sangat konyol untuk satu-satunya keluarga yang berada di wilayah terpencil utara kerajaan Ragnar. 

Suaranya begitu ragu.

"Hei, kakak."

"Apakah kita..."

"... Memiliki tetangga jauh?"

Lihat selengkapnya