Sang Peniru Part 2: Dua Jiwa Elemental

Ariaria
Chapter #115

PURA-PURA LARI

“Apakah kau yakin mau mengikutiku sampai ke Benua Terlarang, Yukki-san?”

Di tengah riuk-pikuk ibu kota kerajaan yang padat, aku melontarkan pertanyaan itu seraya menunggu kereta kuda kosong melintas. Kami baru saja membereskan barang-barang pribadi dari penginapan yang kami tumpangi selama beberapa hari terakhir.

Tas kulit baru yang kubeli beberapa saat lalu sudah melingkar mantap di punggung. Sesekali aku menggeser langkah, dengan sigap menghindari lalu-lalang pejalan kaki yang terburu-buru.

Sinar matahari terik menyapu paras beningnya yang jelita, Yukki-san mengangguk mantap, menyunggingkan senyum khasnya yang renyah dan hangat.

“Aduh~ Amuro-kun ini…” godanya jahil. “… Anak kecil sepertimu memang sudah sewajarnya didampingi kalau mau bermain ke tempat jauh, kan?”

Aku mendengus pelan, meliriknya tipis. “Tapi permainanku kali ini adalah pertarungan hidup-mati yang sangat brutal. Kau tidak keberatan?”

Gadis berambut biru muda itu terkekeh pelan. Tangan luwesnya terulur mengacak-acak rambutku. “Apa yang kau katakan, sih?” ujar sang manifestasi jiwa Kristal Es itu ringan. “Lagi pula, kalau aku sampai mati, Amuro-kun tinggal menghidupkanku lagi!”

“Tetap saja Yukki-san akan terluka.,” potongku serius, menatap matanya dalam-dalam. “Dan aku tidak mau hal itu terjadi.”

Shirayaki Yukki mendadak terpaku membisu. Detik berikutnya, diiringi erangan gemas yang cukup keras, ia mendadak merengkuh kepalaku erat-erat ke dadanya yang hangat hingga membuatku salah tingkah setengah mati.

“Aduh, Amuro-kun!” seru Yukki gemas. “Kau bisa membuat wanita dewasa sepertiku jatuh cinta sungguhan, lho?!”

“Yu—Yukki-san?!”

Beruntung, sebuah kereta kuda kosong muncul dari persimpangan jalan utama. Begitu melihatnya, Yukki-san segera melepaskan dekapannya yang melumpuhkan napasku, lalu melambaikan tangan lebar-lebar memberi sinyal agar si kusir menepi.

Setelah mendekat dari teriknya sengatan matahari, kami akhirnya bisa segera meninggalkan tempat ini.

Lihat selengkapnya