Sang Peniru Part 2: Dua Jiwa Elemental

Ariaria
Chapter #137

EP 119. BERTAMASYA KE DIMENSI SINTESIS

“Bocah sialan… Apa yang kau lakukan padaku?!”

Sudah setengah jam berlalu semenjak aku mengajak Mei Ling ‘bertamasya’ di dimensi sintetis yang serba hijau bak hamparan rumput tanpa batas. Berkat gabungan medan anti-sihir tingkat tinggi dan Kendali Paksa dari sihir Boneka Bayangan, aku akhirnya bisa menahan pergerakan gadis kimono merah hingga tidak mampu macam-macam dan menyerangku sekuat tenaga. Lalu, meski gadis itu meraung kencang dan meronta, seluruh usahanya sia-sia karena staminaku untuk saat ini lebih dari cukup untuk menahannya seharian sembari memikirkan bagaimana cara terbaik untuk melumpuhkan sosok Jenderal Iblis tersebut.

Sang Peniru, Pangeran Ov Vanguard yang keberadaannya hanya dapat kusadari meringis tertahan. Dari ekspresinya, aku paham bahwa lelaki ini lagi-lagi kecewa dengan kemampuan pengamatanku yang dangkal dan serba terbatas. Karena tidak tahan dengan kebodohan berlebih yang terjadi tepat di depan mata, pria tampan tersebut melangkah untuk menepuk bahuku pelan. Lantas, saat aku menoleh, ia menatapku lekat seakan sedang menginterogasi, mengirimkan pertanyaan singkat.

“Menurutmu, Amuro-kun…” Pangeran itu memanggil. “… Apakah Mei Ling yang kau kenal… wataknya memang seperti ini?”

“Eh?”

Persoalan yang diutarakan terlalu mendadak dan tak terduga untuk dibicarakan dalam kondisi krusial. Namun, mengingat bahwa hal tersebut dilontarkan oleh mentor sekaligus guru besar yang kumiliki saat ini, aku tak memiliki pilihan lain kecuali menturuti, membayangkan bagaimana sikap Mei Ling dahulu saat pertama kali bertemu denganku.

Aku menelan ludah dengan hati-hati.

“Se… Sepertinya…” Sorot mataku pindah pada gadis kimono merah yang menggertakkan rahang seperti ingin sekali menyantapku mentah-mentah. “… Dia memang sedikit berubah.”

“Kalau dia berubah… apa yang mungkin terlintas di kepalamu?”

“E—Eh?” aku berkedip pelan. “A… Apa yang terlintas di kepalaku?” Otakku berusaha berpikir cepat, kemudian mendapatkan jawaban. “Um… Mungkin… Aku baru saja melakukan kesalahan padanya?”

“Salah.”

“Mei Ling mulai marah… semenjak aku didekati putri Tuan Kanata di Puncak Gunung Alpeno, bukan? Kau sendiri juga melihatnya sambil melayang tempo hari…”

“—Fakta mengenai hal itu memang benar.” Ov Vanguard mengangguk sekilas, menyela. “Tapi, tetap saja, seorang Mei Ling tidak mungkin berubah menjadi buruk hanya karena kau menduakannya di depan secara langsung atau terang-terangan. Mungkin ini memang agak menggelikan… namun Mei Ling adalah gadis Ras Iblis paling setia yang pernah kutemukan seumur hidup…—””

Lihat selengkapnya