“Sudah kubilang, bukan?! Kalian bukanlah tandinganku dalam pertempuran jarak dekat seperti ini! Menyerahlah saja!”
Han Ling, Bos Terakhir dalam pertempuran di Kuroshio, tertawa melengking tajam. Ia baru saja berhasil mendaratkan tebasan telak di bahu Pangeran Lucian, berkacak pinggang seperti seorang raja.
Menyaksikan darah segar membual dari bahu rekannya, Noelle—yang beralih ke mode petarung tipe assassin—seketika melancarkan serangan balasan. Ia menyambar senjatanya yang berupa Rapier biru berkilat dingin. Gadis elf berambut perak melenyapkan keberadaannya dari udara.
Ia mengirimkan belasan tusukan spontan yang mengincar setiap titik vital manusia. Namun, agaknya gadis itu melupakan satu hal yang sangat krusial: Han Ling bukanlah manusia.
Ia adalah iblis.
Dan bangsa iblis… nyaris tidak memiliki titik kelemahan yang bisa diincar.
“Ya ampun, Gadis Cantik…”
Suara itu berbisik tepat di belakang tengkuk Noelle. Cakar Cerberus milik Han Ling sudah mengudara, siap memenggal kepala sosok berambut perak dalam sekali ayun.
“… Kucing nakal sepertimu… sepertinya harus diberi hukuman, ya~?”
“No—Noelle!”
ZRAASHH!
Beruntung, sebelum tubuh sang gadis elf terbelah menjadi dua, Kageha Keita yang berhasil lolos dari hujan serpihan es mengorbankan dua prajurit bayangan sebagai tameng. Kedua bayangan tertebas hancur, tapi ia menyatu kembali bagai pantulan cahaya.
“Hampir saja… Hampir saja…”
Keita muncul tegap di atas atap salah satu reruntuhan bangunan, memamerkan senyumnya yang membara. Ia melompat turun diiringi ratusan prajurit hitam yang siap menerjang ke mana pun ia mengarah. Tanpa ragu, lelaki itu memburu sang Jenderal Raja Iblis Kedua yang masih mengambang di udara, melemparkan jeratan benang ungu demi mengendalikan musuh—
—atau setidaknya, itulah yang ia harapkan.
“Jangan ganggu kerajaan kami, Wanita Cantik!”
“SATU LAGI ORANG BODOH YANG DATANG~!!”
WHOOOSSHH!