Sang Peniru

Muhammad Azril
Chapter #3

Sang Peniru

"Siapa kau?!", Kali ini, nampaknya suaraku berhasil keluar, dengan tubuh yang dapat dirasa. dengan pandangan yang lebih jernih. 

Ruang luar angkasa yang dipenuhi miliaran galaksi itu kembali berputar, dibungkus oleh suatu macam sihir, berganti pemandangan menjadi istana kerajaan yang begitu megah. Dengan pilar-pilar putih, lampu kaca raksasa menggantung di langit, Permadani merah yang terulur hingga tahta, Tiga anak tangga khas yang menunjukkan perbedaan derajat antara raja dengan bawahannya, Logo-logo binatang buas mitologi terukir di dinding dan satu tongkat emas yang penuh permata yang berasal dari berbagai penjuru benua.

Tawa keras bergema sekali lagi.

"Siapa aku, katamu?! Lucu sekali", Lelaki tampan berambut pirang tertawa terpingkal diatas tahta megah yang didukung suasana istana kerajaan megah. Menunjukku dengan jari.

"Oh, aku lupa! Kau kan memang bodoh!",

Lalu ia kembali tertawa. Sementara aku yang sama sekali tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi hanya diam. Mencoba menebak siapa gerangan lelaki yang ada di hadapanku.

"Oh, maaf. Tenang saja. Waktu di dunia nyata sedang berhenti selama kita bercakap-cakap. Jangan takut mati. Kau akan memiliki waktu yang cukup untuk menyerang kembali ketika telah tersadar--jadi kita bisa sedikit agak santai", Lelaki itu mulai bangkit. Sepatu hitamnya yang mengkilat menimbulkan derap langkah berwibawa yang elegan. Membuatku terpaku tanpa kata. Semakin bingung dengan apa yang ia ucapkan.

'di dunia nyata'?

Berarti sekarang kami berada di dimensi yang lain--memiliki sistem ruang dan masa yang sama sekali berbeda?

"Aku adalah Sang Peniru", ia memperkenalkan diri, membungkuk hormat padaku layaknya bangsawan. Wajahnya yang tampan semakin jelas dihadapanku yang kini berdiri dengan jarak dua meter. Bersih, menawan dan bercahaya. 

Lihat selengkapnya