Sang Surya dan Doa Yang Tertinggal di Laut

Oleh: Oktonawa

Blurb

Zuhal melarikan diri dari kemewahan rumahnya yang dingin di ibu kota dengan memilih desa pesisir terpencil, Sadranan, sebagai lokasi Kuliah Kerja Nyata Mandiri. Berbekal keangkuhan akademis kelas menengah, ia mengira dapat dengan mudah mengubah desa tersebut. Namun, lautan memiliki aturannya sendiri.

Setiap senja, di atas batu karang hitam yang dihantam ombak ganas, berdiri sesosok bocah tujuh tahun bernama Surya. Ia tidak pernah menangisi nasib. Bocah itu datang membawa bungkusan kertas lusuh berisi daun tembakau kering. Itu bukan sekadar benda mati, melainkan sebuah sogokan mutlak untuk Samudra Hindia. Surya mengimani bahwa tembakau tersebut adalah bahan bakar penuntun agar sang bapak—nelayan yang ditelan badai—bisa menyalakan api dan melihat jalan pulang dari gelapnya dasar lautan.

Di saat sang ibu, Mbok Inah, memutilasi masa mudanya demi memikul beban keluarga di atas kepala , Surya bertarung melawan takdir yang merenggut tiang rumahnya. Mampukah segenggam tembakau meruntuhkan keangkuhan maut? Dan sanggupkah Zuhal, yang terlahir dengan jiwa busung lapar akan kasih sayang, bertahan menyaksikan heroisme brutal dari sebuah keluarga miskin yang menolak untuk hancur?

Lihat selengkapnya