Sangkar Sang Puan

Tya Fitria
Chapter #19

Hari Ini adalah Milikku

Semua terjadi begitu cepat dan tiba-tiba.

Bahkan, aku tidak memiliki waktu yang cukup untuk memproses semua ini.

Setelah malam itu. Setelah malam aku melanjutkan mengisi formulir pendaftaran menjadi tenaga kerja wanita di Arab Saudi dan menandatanganinya, semua tak akan lagi sama. 

Pagi ini aku terbangun, bukan karena ada yang mengguncang tubuhku. Aku bangun dan tidak ada Ibu di dekatku karena aku bukan bangun di tempat biasanya aku tidur.

Di sini aku sekarang.

Di sebuah ruangan yang cukup besar dengan dominasi warna biru dan putih. Sudah hampir dua minggu, tempat ini menjadi tempat untuk aku berlindung dari teriknya panas matahari dan derasnya air hujan. Tempat yang membuatku merasa asing dengan semuanya.

Asing karena ini adalah tempat yang baru untukku.

Asing karena di sini aku bisa tidur lebih lama dari di rumah.

Asing karena tidak ada tuntutan yang harus aku selesaikan setiap harinya.

Orang-orang menyebut tempat ini sebagai penampungan. 

Selama berada di penampungan, tidak ada yang membangunkanku sebelum pukul 05.00 dan tidak ada tangan yang tiba-tiba berubah menjadi warna kuning setelah mengupas kunyit. Lebih penting dari itu, di penampungan ini, aku tidak mendengar suara keras ketukan pintu yang datang setiap saat disertai dengan ancaman dan tuntutan yang menyesakkan.

Aku tidak sendiri di sini. Ada banyak perempuan-perempuan muda di sini, beberapa dari mereka mungkin saja sebaya denganku. Tentu saja, kita semua datang dengan cerita yang berbeda, namun alasan kita dipersatukan di tempat yang sama adalah karena kita memiliki tujuan sama. Tugas aku di sini tidak lebih dari sekedar belajar dan berlatih. Setiap hari, aku dan teman-teman hanya mengikuti pelatihan, mulai dari pelatihan cara bekerja di sana, cara memasak masakan Timur Tengah, dan juga bahasa dasar yang digunakan sehari-hari. 

Setelah sekian lama, di sini, aku bisa kembali merasakan menjadi Gendhis yang seutuhnya, bukan lagi dikenal dengan Gendhis yang sebagai anak bungsu dari Pak Buntoro dan Bu Darmi atau adik perempuan Mbak Istari dan Mas Marno. 

Di sini, aku ada karena aku adalah Gendhis. 

Lihat selengkapnya