Sangkara Dahana: Siasat Senyap Dua Mahkota

Imaduddin Badrawi
Chapter #1

Api di Jantung Mandala

Malam merangkak pelan, menyeret jubah pekatnya di atas cakrawala Galuh, seolah hendak menelan segala cahaya.

Namun, malam itu justru pecah oleh nyala merah menyala, bukan dari rembulan atau bintang, melainkan dari kobaran api yang menari-nari liar, melahap Istana Galuh.

Jerit pilu para dayang dan pengawal yang gugur bercampur dengan raung nafsu perang, membentuk simfoni horor yang akan teruk abadi dalam ingatan mereka yang selamat.

Panah-panah berhulu api melesat, menancap pada dinding-dinding kayu berukir megah, mengubah istana luhur itu menjadi tumpukan arang dalam sekejap mata.

Darah mengalir membasahi pualam dingin, mengukir peta pengkhianatan di jantung kekuasaan.


Api di Jantung Mandala

----------------------

Purbasora, dengan tatapan dingin dan senyum tipis yang merayap di sudut bibirnya, berdiri tegap di tengah alun-alun utama istana yang kini telah menjadi medan pembantaian.

Jubahnya yang gelap berkibar ditiup angin panas, seolah sayap gagak pembawa petaka.

Lihat selengkapnya