Kabar gugurnya Raja Sanna menyebar cepat, membekukan setiap hati yang setia.
Ki Raksasagara, seorang pria bertubuh kekar dengan kumis lebat dan tatapan mata setajam elang, merasakan jiwanya tercabik.
Pedangnya yang terbuat dari baja pilihan kini terasa amat berat.
Raja yang dicintainya, yang telah ia sumpah untuk lindungi dengan nyawanya, kini telah tiada.
Namun, ia tak boleh menyerah. Janji suci yang pernah terucap di hadapan Sang Prabu masih terngiang, membakar tekadnya.