Sangkara Dahana: Siasat Senyap Dua Mahkota

Imaduddin Badrawi
Chapter #4

Pelarian di Tengah Bara Api

Ki Raksasagara memimpin jalan, pedangnya terhunus, siap menghadapi bahaya apa pun.

Dewi Sannaha mengikuti di belakangnya, melindungi Sanjaya kecil di antara lengan dan tubuhnya.

Beberapa pengawal setia Ki Raksasagara membentuk barisan pelindung di sekitar mereka, perisai-perisai hidup yang rela mengorbankan diri.

Mereka bergerak cepat melalui terowongan-terowongan sempit, menembus kegelapan dan udara yang semakin menyesakkan.

Suara-suara di atas mereka semakin mereda, digantikan oleh gemuruh api yang melahap bangunan-bangunan.

Ini adalah pedang bermata dua: musuh mungkin kesulitan melacak mereka, tetapi jalan keluar mereka juga bisa terhalang.

"Kita harus menuju gerbang belakang, Baginda," bisik Ki Raksasagara. "Dari sana ada jalan setapak menuju hutan di balik bukit."

Sannaha hanya bisa mengangguk. Matanya menyapu sekeliling, sesekali menangkap kilatan cahaya merah dari celah-celah dinding, menandakan betapa dekatnya mereka dengan neraka yang membakar istana mereka.

Bau hangus dan asap tebal membuat Sanjaya terbatuk-batuk. Dewi Sannaha berusaha sekuat tenaga untuk menghiburnya, menutupi mulut dan hidungnya dengan kain kerudung sutranya.

"Jangan takut, sayang," bisiknya. "Kita akan segera keluar."

Lihat selengkapnya