Setelah berminggu-minggu dalam pelarian, dengan pakaian compang-camping dan tubuh kurus kering, mereka akhirnya tiba di perbatasan barat, yang memisahkan Tatar Galuh dari Mandala Sunda.
Udara di sini terasa berbeda, lebih tenang, lebih aman.
Namun, kewaspadaan Ki Raksasagara tak mengendur. Ia tahu, bahaya bisa datang dari arah mana saja. Purbasora memiliki telik sandi di mana-mana.
Mereka berdua, seorang panglima perkasa yang terluka dan seorang pangeran yatim yang ketakutan, akhirnya ditemukan oleh patroli perbatasan Sunda.
Para prajurit Sunda, dengan seragam biru khas mereka, awalnya menatap mereka dengan curiga.