Blurb
Kadang aku hanya membutuhkan malam yang tenang, musik yang pas di telinga, dan suara ombak untuk mengobrol sama pikiran sendiri. Lalu ada bintang dan bulan yang menjadi saksi momen kecilku.
Bagiku, itu cukup hangat dan santai.
Sayangnya itu sulit kulakukan. Padahal itu waktuku untuk berhenti sebentar. Tarik napas, dan embus sejenak.
Arg, Sania...
Dasar hantu perempuan yang nakal!
Sampai kapan kamu mau pergi jauh-jauh?
Huss, huss...
***
Novel ini sebenarnya terilhami dari pengalaman-pengalaman aneh yang aku alami sejak 2013 kemarin. Berkaitan erat ke TAK SAMBAT dan WARNET CINCAI. Bedanya, TAK SAMBAT dan WARNET CINCAI lebih ke hal-hal yang biasa-biasa saja. Sementara yang agak-agak horor atau berbau mistis, nah ini dia, lahirlah SANIA.
Dipersembahkan untuk Shania Gracia.