➤ 4
“Selamat siang, perkenalkan saya Shaz, jurnalis Media Matra. Saya membaca utas Anda tentang kakak perempuan Anda yang hilang setelah tinggal di rumah Jalan Saninten nomor 16. Kalau memungkinkan, saya ingin berbicara langsung untuk mengetahui detailnya dan saya bersedia membantu menemukan kakak perempuan Anda. Apa saya bisa minta kontak Anda supaya bisa didiskusikan lebih lanjut?”
Sudah lebih dari dua jam Shaz mengirimkan pesan tersebut namun belum ada jawaban. Sejujurnya, ia tidak yakin akan menerima respon yang diharapkan. Bagaimana tidak, ada orang asing yang tiba-tiba berniat menawarkan bantuan melalui media sosial dan meminta nomor kontak, sungguh mencurigakan di jaman sekarang. Waspada adalah hal pertama yang patut dilakukan. Sulit menjelaskannya, tetapi Shaz merasa terpanggil oleh rumah tersebut. Seperti perasaan bahwa “dia lah jodohku” saat bertemu orang yang tepat, Shaz pun merasakan sensasi serupa Tentu saja, ia juga harus menulis liputan eksklusif tentang fakta di balik rumah itu karena bagaimana pun, menghasilkan tulisan yang menggugah adalah bagian dari pekerjaannya. Walau begitu, lebih dari tugasnya sebagai jurnalis, Shaz berniat menginvestigasi segala hal yang memang harus diungkap. Terbakarnya rumah di Jalan Saninten nomor 16, lenyapnya seluruh penghuni yang tinggal di sana, keterangan tetangga yang tidak pernah melihat pergerakan dari dalam rumah. Semua kejanggalan itu mesti dikupas tuntas. Ada dua kemungkinan: aksi kriminal atau kegiatan yang berkaitan dengan supranatural. Setidaknya untuk sementara, dua hal itu yang terlintas di benak Shaz. Ia mengecek handphone nya kembali. Masih belum ada balasan. Tidak punya cukup kesabaran, Shaz pun meraih kunci mobilnya dan menyalakan mesin Mazda CX-5 nya untuk bersiap-siap menuju ke tempat kejadian perkara.