Saninten 16

Afina Iskandar
Chapter #8

8

“Di suatu pagi, kakak saya tiba-tiba pamit pergi dari rumah dan tidak pernah pulang lagi.”

Shaz memperhatikan seksama sosok yang baru ditemuinya lima menit yang lalu. Ia memang tidak bisa lepas dari kebiasaan mengamati orang baru. Mulai dari perawakan, cara berpakaian, cara berbicara, gestur tubuh, mimik muka, penataan rambut, gaya riasan, sampai jumlah perhiasan yang digunakan. Gadis di hadapannya menggunakan turtle neck sweater abu-abu yang dilapisi sebuah cardigan hitam. Rambutnya dicepol, tampil tanpa riasan, atau mungkin sebatas sapuan lip balm di bibirnya. Ia mengenakan ankle boots hitam, sepertinya jenis bahan genuine leather, dan kaos kaki putih pendek di dalamnya. Dengan cuaca gerah dan lembab di kota M pada siang hari, pilihan pakaian gadis tersebut agak berlebihan. Seolah ia baru pulang melewati musim gugur di kota London. Ajaibnya, meskipun tidak berukuran besar dan tanpa pendingin ruangan, hanya udara sejuk yang dirasa begitu memasuki pintu masuk.

“Boleh ceritakan sedikit profil kakak kamu? Mulai dari nama, usia, pekerjaan, sampai kebiasaan dia setahun, atau bahkan sebulan terakhir.”

Gadis yang memperkenalkan dirinya sebagai Ara tampak penuh keraguan.

“Tenang saja, saya ini wartawan yang sangat menjunjung tinggi etos kerja. Kami sangat berhati-hati dalam melindungi identitas pihak-pihak tertentu. Kami juga berdedikasi tinggi untuk menggali, mengolah dan menyajikan informasi yang akurat kepada masyarakat.”

Ara masih belum sepenuhnya teryakini.

“Oke, tidak apa-apa. Saya paham kalau sulit untuk percaya sepenuhnya pada orang asing yang baru ditemui. Saya juga akan melakukan hal yang sama jika berada di situasi serupa.”

Nana Komatsu mendekati meja Shaz dan Ara, ia meletakkan satu kopi manual brew, satu kaleng cola, satu gelas berisi es batu dan sebuah potongan lemon.

Shaz melirik heran ke Nana Komatsu, “Tadi dia yang pesan,” ujar Nana Komatsu tersenyum, ia melirik sejenak ke tempat Ara duduk, kemudian berlalu membiarkan mereka berdua.

Suara khas minuman kaleng dibuka terdengar, Ara menuangkan sebagian cairan bersoda dari kaleng tersebut ke dalam gelas berisi es batu. Ia lalu memeras lemon perlahan di atas gelas yang sudah terisi cola dan suara pertemuan kedua elemen tersebut menjadi ASMR tersendiri di telinga Shaz. 

Lihat selengkapnya