Saninten 16

Afina Iskandar
Chapter #12

12

➤ 12

Shaz pertama kali membaca utas perihal Rumah Saninten 16 ketika sedang menelaah tulisan-tulisan sebuah akun bernama “Secret in your backroom”. Akun tersebut menceritakan berbagai hal ganjil yang terjadi di suatu tempat di wilayah X. Setiap orang yang berkunjung ke sana pada umumnya pulang dengan kondisi yang berbeda dan sedikit tidak wajar. Ada yang mengalami paranoia. Ada yang merasa diikuti sosok dengan bentuk tidak menentu. Ada yang menerima pesan tanpa suara di ponselnya setiap malam. Bahkan ada yang mendapati sosok lain terpantul di kaca ketika sedang bercermin. 

Satu cerita yang paling menarik perhatian Shaz. Tentang sepasang saudara kembar bernama Kina dan Kana. Satu waktu, mereka memutuskan untuk bertukar peran demi mengejar ambisi salah satunya sebagai ketua OSIS SMA N. Kina dengan kecerdasan di atas rata-rata namun memiliki kondisi fisik yang lemah, meminta tolong pada Kana guna menggantikannya mengikuti seleksi terakhir para calon ketua. Tubuh Kina yang mendadak demam tinggi karena asmanya kambuh tepat malam sebelum berlangsungnya seleksi final, menganggap pilihan tersebut sebagai satu-satunya jalan keluar. Kana tahu Kina selalu berambisi menjadi nomor satu. Ia pun juga tahu seringkali kondisi tubuh Kina kerap menjadi penghalang mimpi-mimpinya. Sebab itu, Kana pun akhirnya menyetujui permintaannya dan mereka sepakat Kana akan berpura-pura menjadi Kina selama tiga hari berturut-turut. Saat Kana menanyakan detail pelaksanaan seleksi, Kina pun sebenarnya hanya mendapat secuil informasi tentang latihan fisik yang akan diadakan di Hutan Gunung Jati, dilanjutkan dengan malam keberanian di sebuah rumah tak berpenghuni. Dibanding Kina, Kana memang memiliki tubuh yang jauh lebih bugar dan keberanian yang jarang dimiliki gadis seusianya. Ia menguasai Taekwondo dan percaya bahwa dirinya jauh lebih kuat daripada para makhluk halus pengganggu. Kina yakin proses seleksi ini tidak akan menjadi masalah besar bagi Kana. Sebelum berangkat, Kana sempat bercanda pada Kina, “Tenang, aku akan pulang dengan utuh.” Sayangnya, perkataan itu tidak sungguh-sungguh ditepati.

Tiga hari kemudian, Kana kembali ke rumah dengan kondisi yang sama seperti saat berangkat. Hanya saja, Kina tahu bahwa Kana tidak pernah benar-benar pulang. Kana yang berada di hadapannya bukanlah saudara kembar yang pernah berbagi ruang di rahim bersamanya dulu. Tubuhnya bisa jadi masih sama, tapi jiwanya seperti tertukar oleh entitas lain. Sosok yang entah tujuannya apa. Sesuatu pasti telah terjadi selama proses seleksi calon ketua OSIS. Entah di Hutan Gunung Jati, atau di rumah tak berpenghuni tersebut. Tiga hal membuat Kina menyadari ada yang berbeda dari Kana setelah kembali. Pertama, Kana tidak pernah mau mengkonsumsi ikan sejak usia enam tahun karena durinya pernah menyangkut di langit-langit mulut selama beberapa hari dan hal itu menjadi trauma tersendiri baginya. Anehnya, saat makan malam, Kana mengambil ikan mas goreng tanpa ragu-ragu dan memakannya lahap sampai habis. Awalnya, Kina berpikir mungkin saja ketika proses seleksi, para peserta dituntut untuk tidak pilih-pilih makanan, termasuk hal yang paling dibenci atau dihindari sebelumnya. Ada kemungkinan kebiasaan itu terbawa pulang.

Lihat selengkapnya