Saninten 16

Afina Iskandar
Chapter #24

24

➤ 24

(L’homme de nulle part #3)

Beliau mengirim email pertengahan bulan Maret saat bunga-bunga mulai bermekaran. Kala itu, hidupku sedang berada pada fase paling menjemukan. Hari-hari terkesan berulang tanpa kejutan, sehingga kabar darinya datang seperti angin sejuk yang menyelinap di sela-sela musim. Beliau berkata bahwa dirinya sedang berada di Uzbekistan setelah menghabiskan satu bulan penuh di Kirgistan. Seperti biasa, Beliau tidak menjelaskan tujuan atau alasannya, ia hanya membagikan potongan-potongan hidup yang menurutnya perlu kuketahui. Di akhir email, ia mengajakku bertemu di Nha Trang, Vietnam, pada awal April.

"Aku akan menanggung semua biaya perjalananmu."

Kalimat itu ditulis begitu saja, seolah mengajakku minum kopi di sore hari. Aku sudah bisa menebak kelanjutannya. Ia pasti akan membayar tiket pesawat, akomodasi, makan, dan semua hal lain yang bahkan belum sempat kupikirkan. Awalnya aku pikir teman dan kekasihnya akan ikut serta. Akan tetapi, begitu tiba di bandara, Beliau menyambutku seorang diri.

“Mana Dia?”

“Dia? Tidak ikut.”

“Teman-temanmu yang lain?”

“Cuma kau yang ku ajak ke sini.”

“Kenapa?”

“Karena aku ingin mengajakmu.”

“Dia tidak keberatan?”

Beliau menggeleng. “Kami sudah tidak bersama.”

Entah mengapa, kalimat itu tidak menghadirkan kelegaan seperti yang kubayangkan selama ini. Semuanya tetap sama. Beliau tetap memperlakukanku dengan cara yang sama. Hangat, penuh perhatian, dan sama membingungkannya.


Suatu sore kami duduk menghadap laut. Beliau mengenakan kaos polo hijau muda. Warnanya menyatu dengan suasana hatinya yang hari itu terlihat jauh lebih cerah dari biasanya.

“Ada satu hal yang terus kupikirkan sejak pulang dari Uzbekistan.”

“Apa?” 

Lihat selengkapnya