Saninten 16

Afina Iskandar
Chapter #26

26

➤ 26

“Jadi Rui dan salah satu penghuni Rumah Saninten 16 pernah datang ke sini?”

Dari balik meja barista, Iori menoleh ke arah Shaz yang masih sibuk membaca buku catatan milik Ara.

“Apalagi yang kamu temukan di sana?”

“Banyak hal yang bisa dijadikan petunjuk,” Shaz membolak balikkan halaman berulang kali sampai akhirnya kedua matanya kembali pada Iori. “Apa saja yang mereka bicarakan?”

“Aku tidak terlalu menyimak,” Iori mengelap cangkir yang baru selesai dicuci satu per satu sambil menghindari tatapan Shaz

“Aku pikir kamu bisa mendengar semua suara di dalam kedai ini.”

“I listen, but I probably don’t remember all of it.”

Shaz memicingkan mata. Ia menuntut jawaban lebih dari itu. Dari mejanya, Shaz hanya diam memperhatikan gerak-gerik Iori yang lama kelaamaan membuatnya jengah juga.

“Okay, I’ll tell you. But stop looking at me like I am some sort of criminal here!”

“Aren’t you?” 

“I am not,” tegasnya.

“Jadi, apa kamu mendengar sesuatu yang bisa membantu kita menemukan Ara dan Rui?”

“Well, I heard lots of important things. Rui and—what is the man’s name?”

“Kai Praja.”

“Yes, Kai! He’s gorgeous, by the way,” Iori mengatakan itu sembari menyelipkan rambut ke belakang telinga. “They both know that the danger in the house is real.”

“Aku bisa membacanya dari tulisan-tulisan ini. Dan sepertinya mereka sama-sama mencurigai Mbak Mar.”

Lihat selengkapnya