➤ 29
“Sepertinya aku punya cara untuk keluar dari rumah ini.”
Kai mengucapkan kalimat itu serendah mungkin. Bahkan nyaris hampir berbisik. Ia dan Rui berada di salah satu sudut Atelire, setelah sebelumnya Kai mengisyaratkannya untuk mengikutinya dari ruang makan.
“Seperti apa?” Rui merasa tidak nyaman dengan keadaan sembunyi-sembunyi seperti ini.
“Kamu ingat pesan Mbak Mar waktu pertama kali kita memasuki rumah ini?”
“Maksudmu tiga peraturan utama yang wajib ditaati?”
Kai mengangguk pelan.
“Bagaimana kalau kita coba melanggar salah satu peraturannya..atau semuanya.”
“Supaya?”
“Kita diusir dari rumah ini.”
Rui menatapnya tidak percaya. “Dari mana kamu yakin kita hanya akan diusir? Bagaimana kalau kita lenyap seperti Pak Atmadja?”