Saninten 16

Afina Iskandar
Chapter #32

32

➤ 32

Rui sedang menulis di Atelire tatkala seseorang tiba-tiba menghampirinya. Aster. Raut wajahnya berbeda dari biasanya. Pucat dan gelisah, dengan segelintir kebimbangan yang tergambar jelas di wajahnya.

“Kau baik-baik saja?”

Aster tampak berusaha menyusun jawaban yang tepat. Rui tahu sesuatu telah terjadi.

“Ada apa?” Rui kembali bertanya.

“Bagaimana ya mengatakannya?” Aster menarik napas pendek. “Sumur… kamu tahu sumur tua yang ada di bagian belakang?”

“Ya. Aku belum pernah melihatnya langsung, tapi aku tahu tentang sumur itu. Apa sesuatu telah terjadi?”

“Aku—sepertinya menemukan sesuatu di dalam sumur. Aku meli—”

Belum sempat Aster menuntaskan kalimatnya, suara gaduh terdengar dari ruang tamu. Disusul suara benda pecah menghantam dinding dan lantai.

Rui dan Aster spontan menoleh ke arah yang sama. “Ada apa?”

Tanpa banyak bicara, mereka bergegas menuju sumber suara. Semakin dekat, suara teriakan seorang lelaki terdengar kian jelas. Setibanya di ruang tamu, Rui melihat Giong Bedes berdiri di tengah ruangan. Matanya merah, tubuhnya penuh keringat, dan napasnya memburu. Beberapa pecahan benda berserakan di lantai.

Lihat selengkapnya