Saninten 16

Afina Iskandar
Chapter #35

35

➤ 35

EKSLUSIF : MISTERI RUMAH SANINTEN 16

Fenomena ganjil di balik para penghuni yang hilang dan bangunan rumah yang habis terbakar

Oleh Shanaz Surjana  | Laporan Investigasi


Kota B — Sebuah rumah di kawasan Jalan Saninten nomor 16 menyimpan sejumlah peristiwa yang hingga kini belum menemukan titik terang. Rumah tersebut dilaporkan terbakar setelah sebelumnya dihuni oleh beberapa orang yang datang dengan latar belakang kehidupan berbeda. Sebagian penghuni diketahui meninggalkan rumah tanpa kabar. Sebagian lainnya tidak diketahui keberadaannya setelah rumah terbakar. Tidak ditemukan informasi yang cukup untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi. 

Penelusuran yang dilakukan Media Matra berdasarkan catatan pribadi, kesaksian, dan keterangan sejumlah pihak menemukan adanya pola yang menarik perhatian: hampir seluruh penghuni datang ke rumah tersebut ketika sedang menghadapi masalah berat dalam hidup. Mereka diberi tempat tinggal, makanan, dan kebutuhan sehari-hari tanpa biaya. Namun, setelah tinggal di sana, sejumlah peristiwa tidak biasa mulai terjadi.


RUMAH DENGAN TIGA PERATURAN

Menurut catatan salah seorang penghuni berinisial R, setiap tamu yang datang ke Rumah Saninten 16 diberi beberapa peraturan yang harus dipatuhi. Pertama, penghuni tidak diperbolehkan memasuki kamar penghuni lain. Kedua, penghuni tidak diperbolehkan meninggalkan rumah tanpa izin. Ketiga, penghuni dilarang menceritakan apa pun yang terjadi di dalam rumah kepada orang dari luar. Tidak diketahui alasan pasti di balik peraturan tersebut. Pengelola rumah, seorang perempuan yang oleh para penghuni dipanggil M, diketahui sangat menjaga aturan tersebut. Namun berdasarkan sejumlah catatan yang diperoleh redaksi, para penghuni tidak selalu memahami mengapa peraturan tersebut begitu penting.


TEMPAT TINGGAL BAGI MEREKA YANG KEHILANGAN ARAH

M digambarkan sebagai sosok yang sangat memperhatikan kebutuhan para penghuni. Ia menyediakan makanan setiap hari yang diolah dan dimasaknya sendiri. R mencatat bahwa menu yang disediakan di rumah tersebut sangat beragam dan tidak seperti makanan yang biasa disajikan di rumah tinggal pada umumnya. R juga menghabiskan sebagian besar waktunya di sebuah ruang baca serta perpustakaan bernama ‘Atelire’, untuk membaca dan menulis. Dalam catatannya, R menyebut Atelire sebagai tempat yang membuatnya merasa diterima sebagai seorang penulis. Tidak ada tuntutan untuk bekerja atau menjadi seseorang yang bukan dirinya. Bagi R, rumah tersebut justru memberikan kebebasan yang selama ini sulit ditemukan di luar. Namun, pandangan tersebut berubah setelah sejumlah penghuni mulai menghilang.


PENGHUNI YANG MENGHILANG SATU PER SATU

Salah satu penghuni yang disebut dalam catatan adalah PA, yang menempati salah satu kamar di rumah tersebut. Pada suatu waktu, PA tidak lagi terlihat di ruang makan maupun area rumah lainnya. Tidak diketahui kapan tepatnya ia meninggalkan rumah. Yang menjadi perhatian adalah kamar PA yang tetap dibiarkan dalam keadaan tertentu, sementara jatah makanannya masih disediakan. Penghuni lain mulai mempertanyakan keberadaannya. Tidak ada informasi mengenai apakah PA meninggalkan rumah dengan sukarela atau mengalami sesuatu sebelum kepergiannya. Penghuni lain berinisial K kemudian mengalami hal serupa. Dalam salah satu percakapan, K menyebut bahwa rumah tersebut dapat membuat seseorang menjadi terobsesi dengan persoalan yang dibawanya sejak awal. Beberapa hari setelah percakapan tersebut, K menghilang. Kamarnya kemudian dibersihkan oleh M. Tak ada keterangan lebih lanjut perihal K.

Lihat selengkapnya