SANTRI DI BORNEO

Prasetya
Chapter #14

Bab 14 Modal dari Jauh

Bab 14  Modal dari Jauh

Tiga minggu setelah panggilan video pertama, Farel benar-benar datang ke Martapuraturun dari pesawat dengan koper kecil dan laptop yang tak pernah lepas dari tangannya, persis seperti yang Raka ingat semasa kuliah dulu.

"Gila, Borneo panas juga ya, bro," keluh Farel sambil mengelap keringat begitu keluar dari bandara, disambut Raka dan Aisyah.

"Makasih ya, Farel, mau repot-repot datang langsung," kata Raka, menyalami sahabatnya erat.

"Ya iyalah, ini proyek besar. Tim investasiku juga penasaran, katanya model wakaf produktif kamu di Tulungagung itu salah satu studi kasus paling rapi yang pernah mereka lihat." Farel menyeringai bangga. "Untung dulu kau rajin bikin laporan keuangan detail, jadi gampang aku presentasikan ke atasan."

✦ ✦ ✦

Dua hari sebelum pertemuan keluarga besar, Raka, Aisyah, dan Farel duduk berdiskusi panjang di ruang kerja kecil itu, menyusun proposal akhir. Farel membuka laptopnya, menunjukkan skema yang sudah disetujui timnya.

"Jadi begini modelnya," Farel menjelaskan, layar dipenuhi diagram alur dana. "Startup kami akan jadi fasilitator sukuk wakafdana dari investor-investor ritel yang percaya program kami, dikumpulkan lewat platform, lalu disalurkan sebagai modal pembangunan awal pesantren. Investor tidak dapat bunga, karena ini wakaf, tapi mereka dapat laporan dampak sosial rutin, plus mereka ikut mendapat pahala jariyahitu daya tarik utamanya. Dan platform kami yang urus promosinya, jadi sekalian branding buat Pesantren Darul Hikmah Borneo."

"Berapa yang bisa terkumpul, kira-kira?" tanya Aisyah, matanya penuh harap.

"Berdasarkan proyeksi awal, cukup untuk pembangunan gedung utama, asrama tahap pertama, dan modal awal perluasan kandang ayam petelur ke skala penuh," jawab Farel. "Sisanya, sesuai rencana kalian, dari hasil wakaf produktif yang terus berjalan."

Raka menghela napas lega, meski matanya masih menatap serius ke layar. "Ini kabar baik. Tapi aku masih was-was soal

Akmal. Dia sudah tenang belakangan, terlalu tenang malah."

"Kredibilitas kami juga sudah lengkap," Farel menambahkan, "terdaftar dan diawasi OJK, ada Dewan Pengawas Syariah aktif, semua dokumennya kubawa. Biar Akmal puas kalau memang mau periksa detail."

Lihat selengkapnya