BAB 16 WASIAT YANG HILANG
Pagi setelah malam penuh keraguan itu, Nenek memanggil Raka dan Aisyah ke kamarnya ruangan sederhana di sudut rumah besar itu, jauh dari kemewahan ruang tamu utama, dihiasi foto-foto lama berbingkai kayu dan aroma minyak kayu putih yang khas.
"Aku dengar dari Zainal, semalam kalian sempat putus asa," kata Nenek, duduk di kursi goyangnya, menatap cucu dan menantunya dengan mata yang meski sudah sepuh, masih tajam membaca perasaan orang. "Aku tidak menyalahkan kalian. Ujian ini memang berat."
"Maaf, Nek," kata Aisyah pelan, menunduk. "Kami cuma... lelah."
Nenek tersenyum tipis, mengangkat tangan keriputnya, mengisyaratkan agar mereka duduk lebih dekat. "Aku mau cerita sesuatu yang belum pernah kubilang ke siapa pun, termasuk Zainal dan Akmal."
Raka dan Aisyah saling pandang, lalu duduk bersila di depan kursi Nenek, menunggu dengan saksama.
"Waktu ayahmu masih hidup, Nurul," Nenek memulai, suaranya perlahan seperti menelusuri kembali kenangan lama, "beberapa bulan sebelum dia sakit parah, dia pernah datang padaku, bilang sudah menulis surat wasiat resmi soal tanah di tepi sungai itu. Bukan cuma pesan lisan macam yang selalu kuceritakan ke kalian. Surat asli, ditandatangani, bermaterai, disaksikan dua orang saksi salah satunya almarhum Datu sebelum Datu Ahmad sekarang."
Dada Raka berdebar kencang. "Wasiat itu masih ada, Nek?"
"Seharusnya ada," jawab Nenek, keningnya berkerut mencoba mengingat. "Ayahmu bilang, dia simpan di rumah lama kita rumah panggung asli keluarga, sebelum rumah besar ini dibangun. Sekarang rumah itu cuma dipakai gudang, jarang ada yang ke sana lagi sejak aku pindah kemari belasan tahun lalu."
"Kenapa Nenek tidak pernah cerita soal ini sebelumnya?" tanya Aisyah, setengah tidak percaya.
Nenek menghela napas panjang, matanya sedikit berkaca-kaca. "Karena aku sendiri lupa, Nak. Usia tua ini kadang mengkhianati ingatan. Baru semalam, waktu memikirkan kalian berdua yang begitu terpukul, aku teringat lagi soal wasiat ituentah kenapa, seperti Allah mengingatkan di saat yang tepat."