SANTRI DI BORNEO

Prasetya
Chapter #21

BAB 21 PANEN PERTAMA

BAB 21 PANEN PERTAMA

 

Tiga bulan setelah kemenangan di pengadilan, pagi itu kandang ayam petelur Pesantren Darul Hikmah Borneo dipenuhi suara riuh yang berbeda dari biasanyabukan cuma kokokan ayam, tapi juga tawa dan seruan gembira para santri dan warga yang membantu memanen hasil pertama secara penuh, lima ribu ekor ayam yang kini berproduksi stabil.

"Empat ribu dua ratus butir hari ini, Kak Raka!" seru Fikri, wajahnya berseri-seri sambil membawa keranjang telur yang hampir penuh. Kini ia sudah lebih tinggi dari terakhir kali mereka bertemu di pasar terapung, mengenakan seragam santri yang meski masih agak kebesaran, dikenakannya dengan bangga.

"Alhamdulillah," jawab Raka, tersenyum lebar sambil mencatat angka itu di buku laporan. "Naik terus dari bulan lalu."

Herman, yang kini resmi jadi kepala tim kandang, mengecek satu per satu kualitas telur dengan teliti sebelum dikemas untuk dikirim ke pasar dan beberapa toko kelontong di Martapura yang sudah jadi pelanggan tetap. "Kualitasnya bagus, Pak. Kita bahkan mulai kewalahan penuhi pesanan."

Di sisi lain lahan, kebun bumbu yang dirintis sejak awal kini menghijau suburserai, kunir, kencur, dan jahe tumbuh rimbun, siap dipanen untuk memenuhi pesanan rutin dari beberapa warung jamu dan rumah makan di sekitar kampung.

✦ ✦ ✦

Siang itu, sebuah acara syukuran kecil digelar di halaman pesantren bukan perayaan besar, hanya makan bersama sederhana sebagai ungkapan syukur atas hasil panen pertama yang melampaui target. Nenek hadir, duduk di kursi khusus yang disiapkan dekat panggung sederhana, matanya berbinar menyaksikan hamparan lahan yang dulu cuma semak belukar, kini menjelma sumber kehidupan bagi begitu banyak orang.

"Coba lihat," kata Nenek pada Datu Ahmad yang duduk di sampingnya, "siapa sangka tanah yang dulu cuma jadi rebutan, sekarang malah jadi rezeki bersama."

Datu Ahmad tersenyum, mengangguk setuju. "Itulah berkah amanah yang ditunaikan dengan benar, Nek. Tidak pernah sia-sia."

Lihat selengkapnya