SANTRI DI JALAN MAKRIFATULLAH

Prasetya
Chapter #1

PROLOG Jalan yang Tidak Ada di Peta

PROLOG

JALAN YANG TIDAK ADA DI PETA

 

Subuh itu, seperti biasa, Raka Wijaya menjadi yang pertama menginjakkan kaki di serambi masjid Pondok Pesantren Darul Hikmah. Kabut tipis masih menggantung di atas atap-atap asrama, dan suara seribu pasang sandal yang akan segera berderap di jalan setapak belum terdengar. Ia duduk sendirian, menghadap mihrab yang kosong, menunggu waktu iqamah.

Delapan belas tahun sudah sejak ia pertama kali menginjakkan kaki di Pesantren Al-Falah, remaja canggung dari Surabaya yang tidak tahu apa-apa selain bahwa hidupnya perlu arah. Delapan belas tahun melewati bangku kuliah dan gejolak pasar modal, melewati tanah Borneo yang mengajarinya arti perjuangan dan pengorbanan, melewati pernikahan, kelahiran dua anak, dan berdirinya sebuah pesantren dari tanah yang dulu terlupakan.

Lihat selengkapnya